Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Sunday, 24 September 2017
Field Trial Vaccination

Seminar Penyampaian Laporan Studi Lapangan Vaksinasi Ai 2006 – 2008

Jumat, 21 Agustus 2009

Pada hari Selasa tanggal 18 Agustus 2009 diadakan seminar penyampaian laporan studi lapangaan vaksinasi Avian Influenza (AI) di Lido Kabupaten Bogor. Studi ini merupakan kerjasama antara Departemen Pertanian Republik Indonesia, Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Wageningen International dan Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS). Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Direktorat Kesehatan Hewan (Ditkeswan) drh. Ronny Mudigdo, perwakilan dari Balai Besar Penelitian Veteriner (Bbalitvet) drh. Abdul Adjid, MS, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi Ir. Asep Sugianto, MM beserta stafnya, perwakilan dari Wageningen International Ivo Classen dan Annemarie Bouma serta para tamu undangan dari produsen vaksin PT. Medion, perwakilan dari Food and Agriculture Organization (FAO) serta perwakilan dari peternakan yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan studi lapangan vaksinasi AI selama 2 tahun tersebut.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya CIVAS atas kerjasamanya selama lebih dari 2 tahun dalam membantu pengendalian penyakit tidak saja AI tetapi juga penyakit lain yang bersifat zoonosis seperti rabies yang merupakan wabah di Kabupaten Sukabumi. Beliau berharap tetap dilanjutkan kerjasama yang sudah berjalan cukup baik dan mengundang pihak donor untuk membantu dalam hal penanggulangan penyakit hewan di wilayah Kabupaten Sukabumi. Dari pihak Wageningen International Ivo Classen menyambut baik ajakan dari pihak Kepala Dinas dalam membantu Kabupaten Sukabumi dalam hal pegendalian penyakit. Ivo mengatakan laporan ini sudah disusun sejak berakhirnya studi pada tahun lalu, namun dibutuhkan pembahasan dan analisis mendalam sehingga baru dapat disampaikan secara utuh pada kesempatan kali ini. Sebagian dari isi laporan tersebut sudah di masukkan dalam jurnal international OIE tahun 2008 oleh Anamerie Bouma. Selanjutnya dari pihak Ditkeswan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak dalam penyelesaian studi ini sehingga dapat disampaikan laporan secara utuh hasil studi pada kesempatan kali ini.

Penyampaian laporan dibawakan oleh drh. Albertus Teguh Muljono yang merupakan Direktur Eksekutif CIVAS yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Hasil dari studi ini menyimpulkan bahwa pada kelompok ayam petelur perlakuan, dimana vaksinasi AI menggunakan vaksin AI homolog (subtype H5N1) produksi lokal dilakukan sebanyak 3 kali (umur 4, 10, 16-18 minggu), titer antibodi yang dihasilkan lebih baik daripada kelompok ayam petelur kontrol yang jenis vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dilakukan sesuai kebiasaan peternak.

Kemudian, ayam kampung pedaging kelompok perlakuan yang divaksin 2 kali (umur 10 dan 30 hari) memiliki rata-rata titer antibodi yang berbeda nyata secara statistik di akhir produksi jika dibandingkan dengan rata-rata titer antibodi ayam kampung kelompok kontrol yang divaksin 1 kali (umur 10 hari). Respon titer antibodi rata-rata yang dihasilkan pada ayam kampung pedaging masih berada dibawah titer 24 namun memiliki kecenderungan naik sampai dengan akhir produksi.

Selain itu, walaupun pelaksanaan vaksinasi pada ayam kampung backyard di radius 1 km dari peternakan kelompok perlakuan masih menghasilkan respon antibodi yang relatif rendah namun cakupan ayam kampung yang memiliki titer antibodi ≥ 24 pada wilayah tersebut secara signifikan lebih tinggi dibanding dengan cakupan titer unggas ≥ 24 di wilayah sekitar kelompok kontrol. Studi ini juga memperlihatkan bahwa ayam sentinel dapat dipakai sebagai salah satu strategi DIVA dalam pengendalian AI pada unggas di Indonesia.