Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Friday, 28 April 2017
rabies

Pemkab Sintang Tetapkan KLB Rabies

Sintang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang tetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies. Penetapan KLB dilakukan menyusul banyaknya kasus gigitan anjing di Sintang.

Bahkan gigitan anjing merenggut nyawa bocah wanita asal Sungai Durian, Jes (9) yang telah didiagnosa suspect rabies oleh pihak RSUD Ade M Djoen, Minggu (19/6/2016) lalu.

Minggu, 26 Juni 2016
www.akumussa.org
Cegah Sebaran Antraks, Pemerintah Awasi Lalu-lintas Ternak

Jakarta – Penyebaran penyakit antraks pada beberapa daerah di Sulawesi membuat pemerintah berjaga-jaga. Selain penanganan di daerah terinfeksi, pemerintah juga akan membatasi lalu-lintas perdagangan ternak.

Selasa, 21 Juni 2016
Sukabumi
Ratusan Ekor Unggas Mati Mendadak

Sukabumi – Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi mewaspadai merebaknya penyakit necrotic enteritis yang menyerang unggas. Penyakit tersebut menyerang saluran pencernaan hingga mengakibatkan kematian.

Penyakit itu sudah menyerang ratusan ekor unggas di sebuah peternakan di Kecamatan Jampang Tengah, belum lama ini. Saat ini ratusan ekor unggas yang mati mendadak sudah dimusnahkan dengan cara dibakar dan dikubur sebagai bentuk antisipasi menyebarkan penyakit necrotic enteritis.

Sabtu, 18 Juni 2016
20160616antarafoto-paus-pilot-terdampar-di-probolinggo-160616-zk-1
Sepuluh Paus Pilot Akhirnya Mati

Probolinggo – Sepuluh paus pilot sirip pendek (Globicephala macrorhynchus) yang terdampar di pesisir pantai utara Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur pada Kamis (16/6) akhirnya mati. Kematian sejumlah mamalia laut itu diduga karena kelelahan.

Sementara 22 paus pilot sirip pendek lainnya berhasil kembali ke laut, baik sendiri maupun dibantu warga. Sekelompok mamalia itu diduga terdampar akibat disorientasi saat bermigrasi mencari makanan.

Jumat, 17 Juni 2016
pembahasan-rtrwp-kalbar-5-728
Sintang Tetapkan 53 Desa Masuk Ring Satu Rabies

Sintang – Kabupaten Sintang telah menetapkan 53 Desa menjadi daerah ring satu Rabies menyusul berkembangnya rabies pada tiga kecamatan di Kabupaten Sintang.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Sintang, Ir. Wiryono mengatakan total populasi anjing yang ada adalah sekitar 4.760 ekor dan 86 persennya berhasil divaksinasi.

Selasa, 14 Juni 2016
anjing
Kematian Akibat Rabies Makin Mengkhawatirkan

Bali – Kematian akibat serangan anjing liar pembawa virus rabies di Bali makin mengkhawatirkan. Menurut Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Gede Wira Sunetra, MPPM, pada tahun 2008 hingga tahun 2011 terdapat 141.625 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR).

Minggu, 12 Juni 2016
grafis-padang-rabies-posmetroweb-300x300
Terjadi 14 Kasus Gigitan Anjing di Agam, 8 Positif Rabies

Lubuk Basung – Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (Dispertahorna) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat sebanyak 14 kasus gigitan anjing di daerah itu semenjak Januari hingga Mei 2016.

“Dari 14 kasus gigitan anjing itu, delapan positif rabies. Ini berdasarkan data dari Laboratorium Kesehatan Hewan Kecamatan Baso,” kata Kapala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertahorna Agam, Farid Muslim, Sabtu (4/6).

Sabtu, 4 Juni 2016
rabies jambi
Hampir 1.000 Orang di Sulut Terserang Rabies

Manado – Tercatat sudah 994 orang yang digigit hewan pembawa virus rabies di Sulawesi Utara (Sulut) hingga akhir Mei 2016. Dari data itu, tercatat sekitar sembilan orang meninggal dunia.

“Dari total 994 korban gigitan, tiga daerah dengan jumlah korban tertinggi ada di Kabupaten Minahasa sebanyak 243, Minahasa Selatan 195, dan Minahasa 114,” kata Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulut Hendrik Tairas di Manado, Sulut, Jumat (3/6/2016). Dia menjelaskan, hewan pembawa virus rabies di antaranya anjing, kera, dan kucing.

Jumat, 3 Juni 2016
Culling begins as Bird flu resurfaces at Tripura - India
Laporan Kasus Avian Influenza (AI) pada Unggas

Jakarta – Perkembangan kejadian penyakit Avian Influenza (AI) pada unggas di Indonesia berdasarkan hasil uji cepat (Rapid Test) positif yang dilaporkan petugas kesehatan hewan respon cepat melalui SMS Gateway, iSIHKNAS dan surveilans investigasi Balai Besar Veteriner/Balai Veteriner sepanjang April 2016 tercatat sebanyak 49 kejadian di 49 desa pada 24 Kabupaten/kota di 11 Provinsi. Kasus AI sepanjang April 2016 menyebabkan kematian sebanyak 9.860 ekor unggas yang terdiri dari 1.581 ekor ayam kampung, 603 ekor itik, 7.400 ekor puyuh, dan 276 ekor ayam petelur.

Rabu, 1 Juni 2016
Flu Burung Kp Rambutan Kompas.com Juni 16
Ditemukan Dua Unggas Positif Flu Burung di Kelurahan Rambutan

Jakarta – Suku Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Timur menemukan 116 unggas yang mati mendadak dalam inspeksi yang dilakukan mulai Maret 2016. Dari jumlah tersebut, dua unggas di antaranya mati karena positif terinfeksi flu burung, di RT 04 RW 02, Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Bayu Sari Astuti mengatakan, dua unggas yang mati dan dinyatakan positif flu burung adalah dua ekor ayam milik seorang warga, Sumiran (60).

Rabu, 1 Juni 2016
Cara Penularan, Penanggulangan dan Pengendalian Antraks

Jakarta – Penanganan kasus anthraks yang tidak tepat dikhawatirkan malah menjadi penyebab terhadap penyebaran agen penyebab penyakit. Antraks adalah salah satu penyakit yang masuk dalam daftar penyakit hewan menular strategis zoonosis (berpotensi menular ke manusia) dan merupakan penyakit endemis di beberapa wilayah Indonesia.

Sumber penularan antraks adalah hewan mati, produk hewan (wol, daging) dan material tercemar (kandang, lingkungan dan peralatan). Akibat kurangnya pengontrolan terhadap sumber penularan ini, ditengarai kasus meningkat setiap tahun di Sulawesi Selatan (Gowa, Sidrap, Makassar dan, Pinrang).

Kamis, 26 Mei 2016
1
Kementan dan FAO Ajak Masyarakat Untuk Waspada Flu Burung

Penyakit Avian Influenza (AI) pada unggas dan dikenal pada manusia dengan sebutan Flu Burung (Bird Flu) ini telah menjadi perhatian dunia, karena sejak mewabahnya salah satu subtipe virus AI/H5N1 tahun 2003 telah meluas dengan cepat ke banyak negara di semua benua.

Di wilayah Asia Tenggara, Indonesia mengalami wabah AI pertama, pada pertengahan tahun 2003 dilaporkan serentak kejadiannya di beberapa kota di Pulau Jawa, namun karena perlu waktu cukup lama untuk mengkonfirmasi diagnosa penyakit baru tersebut melalui bantuan beberapa lab internasional, maka barulah di awal 2014 pemerintah menetapkan sebagai penyakit AI, subtipe H5N1, kelompok gen (Clade 2.1.3.2), yang menurut analisis genetik serupa dengan virus yang di Guangdong China.

Jumat, 20 Mei 2016