Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Thursday, 14 December 2017
Culling begins as Bird flu resurfaces at Tripura - India

Akhir Tahun, Flu Burung Serang Kapuas

Kapuas – Ratusan itik jenis Albino milik Abdul Salam warga Desa Basarang KM 2,5 Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah mati secara mendadak. Hingga hari ini jumlah itik yang mati sudah lebih dari seratus ekor. Kematian itik ini sudah dikonfirmasi positif terserang flu burung.

Kamis, 29 Desember 2016
rabies
Rabies Meningkat, Pertahun 36 Ribu Orang Digigit Anjing di Bali

Denpasar – Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Gede Wira Sunetra menjelaskan, pulau Bali memiliki jumlah populasi anjing terbesar di dunia. Saat ini hampir ada 500 ribu ekor anjing di Bali.

Selasa, 27 Desember 2016
grafis-padang-rabies-posmetroweb-300x300
Dalam Sepekan Empat Warga Agam Positif Terkena Rabies

Agam – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Agam, Sumatera Barat meminta masyarakat mewaspadai penyebaran virus rabies dengan cara berperan aktif dalam penanggulangan penyakit tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Indra Rusli, menyatakan, dalam sepekan terakhir, sudah empat orang warga yang digigit anjing. Setelah diperiksa ke laboratorium hewan, ternyata gigitan tersebut positif rabies.

Selasa, 27 Desember 2016
1
Antisipasi Flu Burung, Pemerintah Stop Impor Unggas dari 7 Negara

Jakarta – Guna mewaspadai tersebarnya penyakit flu burung, Indonesia melarang sementara masuknya Day Old Chick (DOC) atau anak ayam berusia sehari, produk segar terutama daging beku, dan produk olahannya dari tujuh negara sejak November 2016. Instruksi tersebut dikeluarkan Kepala Badan Karantina Banun Harpini pada 30 November 2016 lalu kepada Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Karantina Pertanian (UPT KP). Tujuh negara tersebut yakni Belanda, Jepang, India, Prancis, Finlandia, Rumania dan Swedia.

Jumat, 16 Desember 2016
Cow Illustration
Bebas Brucellosis, Sebuah Upaya Utopis?

Tidak semua daerah mampu memenuhi kebutuhan daging sapi dari peternak lokalnya masing-masing. Tak jarang sapi atau daging sapi harus didatangkan dari daerah lain. Bahkan keinginan pemerintah daerah untuk mendongkrak produksi setempat dengan meningkatkan populasi sapinya pun, tidak bisa tidak, harus mendatangkan sapi dari luar daerah. Alhasil, lalu lintas sapi dari satu wilayah ke wilayah lain menjadi tak terelakkan.

Kamis, 1 Desember 2016
bebek
Flu Burung Serang Lamongan, Ratusan Bebek Mati

Lamongan – Fahmi Sabila Anshori (40) peternak bebek, warga Desa Kembangbahu. Dari 800 ekor bebek yang dipelihara, 700 ekor di antaranya mati lantaran diduga terserang flu burung. Beberepa ekor bebek yang dibelinya di Pasar Unggas Sidoarjo yang kala itu dijadikan satu kandang dengan bebek lainnya. “Ratusan ekor bebek itu mati dalam kurun waktu sepekan ini,”kata Fahmi”.

Senin, 31 Oktober 2016
Virus_JE
Virus JE Positif Serang Balita di Tabanan, Terdapat pada Babi dan Ditularkan Nyamuk

Tabanan – Krama Bali khususnya peternak babi harus waspada terhadap penyebaran virus Japanese encephalitis (JE) yang dapat menyebabkan gangguan saraf, kelumpuhan, hingga kematian pada manusia.

Kamis, 27 Oktober 2016
71411034254_950x600
Ayam Mati di Seluma, Positif Flu Burung

Seluma–Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan perkebunan (Dispernakbun) Kabupaten Seluma, Marah Halim, mengatakan berdasarkan hasil bedah petugas peternakan yang datang langsung beberapa hari lalu, puluhan ayam mati di Desa Nanti Agung Kecamatan Ilir Talo, dinyatakan positif flu burung.

Senin, 10 Oktober 2016
kerbau
Penyakit Ngorok Mengancam Sumbawa Barat

Taliwang – Meski hampir 13 tahun lebih penyakit antraks sudah tidak lagi menjangkiti ternak sapi dan kerbau, tetapi penyakit Septicaemia Epizootica (SE) atau yang sering dikenal sebagai penyakit ngorok justru menyebar di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pasalnya, pada tahun 2014 lalu, penyakit tersebut menyerang sedikitnya 19 ekor ternak di Kecamatan Brang Rea dan 3 ekor ternak di Kecamatan Taliwang pada tahun 2015 lalu.

Jumat, 23 September 2016
Acacing hati
Cacing Hati Masih Mengancam Peternakan Sapi

Blitar – Penyakit cacing hati masih menjadi ancaman peternakan sapi dan kambing di Kabupaten Blitar. Dari hasil pengecekan di lapangan, petugas dinas peternakan masih menemukan sejumlah ternak yang mengidap penyakit cacing hati.

Bahkan sapi yang berpenyakit beberapa diantaranya dipotong untuk perayaan Hari Raya Kurban. “Memang masih ditemukan kasus penyakit cacing hati,” ujar Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Blitar Mashudi kepada wartawan. Cacing hati (Fasciola gigantica) berhabitat di organ hati dan empedu sapi. Cacing jenis pipih ini berasal dari larva cacing hidup di rerumputan lembap berair.

Rabu, 21 September 2016
babi
Setelah Dicek Darah, Ternak Babi di Kelurahan Tanah Merah Positif Mengandung Virus Berbahaya

RENGAT- Tim Laboratorium Balai Veteriner Bukittinggi yang diketuai Drh. Helmi menyatakan, bahwa ternak babi yang berada di Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu terjangkit virus dan penyakit Hog Cholera (clasical swine fever) disebabkan lingkungan yang kotor.

Kamis, 8 September 2016
anjingrabies2
Populasi Hewan Penular Rabies Meningkat

Bengkulu – Populasi Hewan Penular Rabies (HPR) di Provinsi Bengkulu meningkat. Tercatat pada tahun 2015 di Provinsi Bengkulu HPR berjumlah 167.602 ekor. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2014 lalu yang hanya sebanyak 153.885 ekor.

Senin, 5 September 2016