www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Saturday, 19 January 2019
Konferensi-Ilmiah-Veteriner-Nasional-XIV-2016

CIVAS dalam Konferensi Ilmiah Veteriner Nasional ke-14

Minggu, 25 September 2016

Konferensi Ilmiah Veteriner Nasional (KIVNAS) ke-14 diselenggarakan di ICE BSD Serpong Tangerang oleh Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) selama 4 hari (22-25 September 2016). Konferensi ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi ilmiah dan profesionalisme, wahana pertukaran informasi penelitian dan kasus klinik, serta meningkatkan pemahaman mengenai isu dan tantangan dunia Kedokteran Hewan baik ditingkat nasional dan internasional.

KIVNAS ke-14 yang bertema “Revitalisasi Veteriner Indonesia dalam Implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan Global Health Security Agenda (GHSA) bagi Kemakmuran Bangsa”, secara keseluruhan berhasil menghadirkan 10 pembicara tamu undangan, 125 presentasi oral, dan 29 presentasi poster. Peserta KIVNAS dihadiri dari seluruh Wilayah Indonesia yang berasal dari berbagai instansi pemerintah, swasta, akademisi, praktisi, asosiasi dan lainnya.

Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) turut aktif dalam memberikan karya ilmiahnya untuk berbagi ilmu dan wawasan serta bertukar informasi seputar veteriner. Pada KIVNAS kali ini, CIVAS mempresentasikan hasil studi yang berjudul “Pendekatan Ecohealth untuk Pengembangan Strategi Penggunaan Antimikroba secara Bijak dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba pada Kesehatan Manusia, Hewan dan Lingkungan di Indonesia” yang dilakukan tahun 2013-2016 di tiga kabupaten yaitu Sukoharjo, Karanganyar dan Klaten. Studi ini merupakan kegiatan penelitian kolaboratif yang dilaksanakan di masing-masing Negara dan tergabung dalam kerjasama Asian Partnership on Emerging Infectious Disease Research (APEIR), yaitu Indonesia, China, Laos, Thailand dan Vietnam, dan didukung oleh International Development Research Centre (IDRC).

Makalah ilmiah yang dipresentasikan oleh CIVAS dalam sesi presentasi oral yaitu:

1.       Penggunaan Antibiotik pada Peternakan Babi di Provinsi Jawa Tengah, yang dipresentasikan oleh Drh. Riana A. Arief, M.S.

Hasil dari presentasi tersebut disimpulkan bahwa mayoritas peternak babi di daerah pilot bergantung pada 4 jenis antibiotik untuk pengobatan yaitu Penicillin, Oxytetracyline, S-Sulfadimethypyrimidine, dan Amoxicillin. Penggunaan antibiotik yang tidak bijak dapat diakibatkan karena tingkat pengetahuan peternak yang rendah atau akses yang minim terhadap layanan kesehatan hewan.

2.       Penggunaan Antibiotik pada Peternakan Ayam Petelur di Provinsi Jawa Tengah, yang dipresentasikan oleh Drh. Erianto Nugroho.

Hasil dari presentasi tersebut disimpulkan bahwa sediaan antibiotik yang digunakan peternak ayam petelur berspektrum luas, rendahnya nilai ekonomis antibiotik menjadikan praktik penggunaan sediaan antibiotik tidak terkendali dan kurangnya akses peternak ke tenaga medis yang kompeten.

Kedua presentasi ini diharapkan memberikan informasi dan dapat digunakan sebagai data dasar bagi pemangku kebijakan untuk menindaklanjuti permasalahan penggunaan antibotik dalam mencegah terjadinya resistensi antibiotik di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan