Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Saturday, 20 October 2018

1.881 Ayam Mati, 7 Kabupaten/Kota Siaga

Senin, 21 Maret 2011

Bengkulu – Tujuh dari 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu dinyatakan siaga flu burung, terkait kasus 1.881 ekor ayam kampung mati akibat virus H5N1di daerah ini.

“Tujuh kabupaten dan kota dinyatakan siaga karena virus ini sudah endemik di Bengkulu dan jangan sampai menular ke manusia,” kata Koordinator Local Disease Control Center (LDCC) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu Emran Kuswadi, Senin (21/3/2011).

Ia mengatakan unggas tersebut dinyatakan positif terjangkit H5N1 berdasarkan tes menggunakan antigen rapid terhadap sejumlah sampel.

Tujuh kabupaten dan kota yang dinyatakan siaga flu burung yakni Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma, Lebong, Bengkulu Tengah, Kepahiang, Kaur dan Rejang Lebong.

“Sedangkan tiga kabupaten lainnya yakni Muko Muko, Bengkulu Utara dan Bengkulu Selatan meskipun belum ada laporan tentang unggas positif flu burung, namun ratusan unggas dilaporkan mati mendadak,” katanya.

Di Muko Muko dan Bengkulu Utara sudah ada laporan ratusan unggas jenis ayam kampung mati mendadak, tetapi belum dilakukan tes karena sampelnya sudah dimusnahkan.

Emran mengatakan tidak ada larangan distribusi ayam kampung dari dan menuju Provinsi Bengkulu sebab virus tersebut sudah menyerang hampir 2.000 unggas di daerah ini.

“Yang perlu dilakukan menyemprot kandang unggas yang sudah positif terjangkit H5N1 sehingga virus tersebut tidak menyebar lebih luas, termasuk kandang unggas yang masih hidup diinstruksikan disemprot dengan desinfektan atau cairan sabun dan deterjen,” katanya.

Hingga saat ini kasus flu burung terbanyak ditemukan di Kabupaten Seluma, 1.175 ekor ayam kampung mati akibat terjangkit virus tersebut.

Di Kota Bengkulu sebanyak 242 ekor, Kabupaten Rejang Lebong sebanyak 192 ekor, Kaur 70 ekor, Lebong 68 ekor, Kepahiang 67 ekor dan Kabupaten Bengkulu Tengah sebanyak 60 ekor.

“Kami mengimbau warga segera melaporkan ke petugas di lapangan jika menemukan unggas mati mendadak untuk segera dites dan cepat penanganannya,” katanya. (ANT | Ed: Benny N Joewono)

Sumber : Kompas