Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Sunday, 21 October 2018

Flu Burung Merebak, Peternak Harus Siap

Kamis, 24 Februari 2011

Gresik – Penyakit flu burung yang menyerang unggas di Bojonegoro dan Gresik terjadi sporadis. Peternak diimbau rajin membersihkan kandang dan menyemprotkan desinvektan agar penyakit tidak menyebar. Unggas yang terjangkit harus dimusnahkan dengan cara dibakar atau ditimbun.

Kepala Subdinas Peternakan Kabupaten Gresik, Susanto, Kamis (24/2/2011) menuturkan upaya mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus flu burung dilakukan dengan vaksinasi. Selain itu ada edukasi ke pternak agar rajin membersihkan kandangnya.

Pada Februari ini tidak ada ditemukan kasus flu burung di Gresik. “Kasus flu burung ditemukan pekan terakhir hingga Januari lalu total sekitar 6.000 ekor ayam pedaging di Benjeng atau sekitar 2,4 persen dari total populasi,” katanya.

Peternak ayam di Gresik tersebar di Benjeng, Cerme, Menganti, dan Sedayu. Saat ini di Gresik tercatat 3,3 juta ekor unggas, terdiri dari ayam ras petelor 130.000 ekor, ayam ras pedaging (potong) 2,5 juta ekor, ayam kampung 640.000 ekor.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bojonegoro, Tukiwan Yusa, Kamis (24/2/2011) menuturkan untuk mengantisipasi flu burung ada petugas semacam tim buru sergap yang memantu pergerakan di lapangan. “Tim ini memantau ada tidaknya penyakit flu burung agar penyebarannya bisa dicegah sejak dini. Lalu lintas keluar masuknya hewan ternak khususnya di wilayah perbatasan juga diawasi,” katanya. (Adi Sucipto | Ed. Glori K. Wadrianto)

Sumber : Kompas