Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Tuesday, 20 November 2018
rabies

Anjing Positif Rabies di Sikka Meningkat Drastis

Senin, 15 Oktober 2018

Maumere – Pengiriman sampel otak anjing oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sikka untuk dicek di laboratorium Veteriner Denpasar meningkat drastis di bulan September 2018 dibandingkan bulan Agustus 2018.

“Gigitan anjing hingga bulan September 2018 sudah mencapai 1.100 kasus yang menyebar di beberapa kecamatan. Hingga September 2018 Dinas Pertanian Kabupaten Sikka sudah mengirim 101 sampel otak anjing ke Denpasar untuk diperiksa,” sebut sekretaris Komite Rabies Flores dan Lembata, dr. Asep Purnama (15/10).

Jumlah ini, kata dokter Asep, meningkat drastis bila dibandingkan dengan bulan Agustus 2018 yang jumlahnya masih 68 sampel otak anjing yang dikirim untuk diperiksa di laboratorium di Denpasar.

“Sampel yang positif rabies hingga bulan Agustus masih berjumlah 29 sampel, sementara bulan September dikirim lagi 33 sampel dan yang dinyatakan positif berjumlah 19 sampel,” terangnya.

Jadi dalam kurun waktu sebulan saja, kata dokter Asep, sampel otak anjing yang dinyatakan positif bertambah drastis sehingga jika ditotal, maka ada 48 sampel otak anjing yang positif rabies sejak bulan Januari 2018.

“Kondisi ini sangat mengkhawatirkan dimana dari data tersebut menunjukkan bahwa kasus penyakit rabies sedang mengancam warga masyarakat kabupaten Sikka. Perlu diambil tindakan cepat untuk mengatasinya,” tegasnya.

Asep pun berharap agar anjing-anjing di wilayah kecamatan yang menjadi penyumbang kasus rabies sesuai sampel otak anjing yang positif, harus segera dilakukan vaksinasi secara menyeluruh.

“Saya khawatir kalau penanganannya lambat, maka dalam waktu singkat penyakit rabies akan menyebar dengan cepat sebab anjing yang mengidap virus rabies akan menularkan kepada anjing lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, kepala dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Hengki Sali, mengakui, bahwa memang kasus gigitan anjing pada manusia di bulan September meningkat drastis dan cukup mengkhawatirkan bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2016, sebanyak 11 sampel otak anjing dikirim ke laboratorium, dan hanya 1 yang dinyatakan positif. Sementara tahun 2017 kami kirim 28 sampel otak anjing untuk diperiksa dan 11 yang dinyatakan positif rabies,” bebernya.

Dinas Pertanian melalui petugas kesehatan hewan, terang Hengki, telah mengerahkan vaksinator untuk terus melakukan vaksinasi terhadap anjing-anjing di kabupaten Sikka untuk mencegah penularan penyakit rabies.

“Kami sudah melakukan vaksinasi terhadap 25.364 ekor anjing di beberapa wilayah kabupaten Sikka sehingga masih tersisa 20.000 dosis vaksin yang belum dipergunakan. Pemerintah terus berupaya memberikan vaksinasi terhadap anjing milik warga,” terangnya.

Untuk tahun 2018, sebut Hengki, Dinas Pertanian Kabupaten Sikka mendapatkan bantuan Vaksin Anti Rabies (VAR) bagi anjing sebanyak 33.000 dosis dari pemerintah pusat setelah terjadi kasus kematian seorang anak di kecamatan Hewokloang, pemerintah pusat menambahkan 13.000 dosis VAR. (Ebed De Rosary |Ed: Satmoko Budi Santoso)

 

Sumber: Cendana News