Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Thursday, 21 June 2018
Keluar Darah dari Pori-pori, Ratusan Sapi di Bengkulu Mati

Sapi Terkena Rabies, Dinas Imbau Sapi Divaksinasi

Senin, 22 Desember 2014

Sidomulyo–Sebanyak tujuh ekor sapi milik warga Dusun Cukuhmutun, Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, mati karena terjangkit penyakit rabies.

Kepala Dusun Cukuhmutun Mat Amin mengatakan dari tujuh sapi yang terkena rabies, ada dua ekor sapi yang sempat dipotong lalu dijual ke pedagang daging. “Karena masyarakat tidak tahu kena rabies, ada dua ekor sapi sempat dipotong dan dijual ke tukang daging,” katanya, Senin (22/12/2014).

Dia menerangkan pemilik sapi menjualnya karena takut rugi lebih besar. “Di sini masih ada satu ekor lagi sapi yang terjangkit, tapi belum mati,” katanya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung Arsyad mengatakan hasil uji laboratorium dari sapi yang mati terakhir milik Idris dinyatakan rabies. “Dari uji laboratorium, positif sapi tersebut terjangkit rabies. Kami menghimbau agar pemilik memvaksinasi sapi yang akan dipotong,” kata Arsyad.

Dia menjelaskan sapi terkena rabies karena gigitan anjing. Pemilik sapi kemungkinan tersebut tidak mengetahui jika sapinya sudah tergigit hewan yang terkena rabies. Setelah kena gigitan anjing rabies proses menuju kematian lama bergantung pada anggota tubuh mana yang terkana gigitan. Semakin dekat dengan kepala semakin cepat hewan tersebut mati.

Di Lampung pada tahun 2013, kata Arsyad, hal serupa terjadi di Desa Margakarya, Kecamatan Jati Agung. Sapi yang tewas sebanyak dua ekor karena digigit anjing yang terinveksi rabies.

Dia menerangkan seluruh hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan kera di Dusun Cukuhmutun harus diberi vaksin antirabies. Dengan langkah ini diharapkan rabies tidak menular ke hewan lain. “Seluruh hewan peliharaan masyarakat disini sudah kami beri vaksin antirabies,” katanya.

Ciri-ciri sapi yang terkena rabies, kata dia, sama dengan anjing yakni takut keramaian, suka di tempat gelap, dan air liur keluar terus. “Pada tahap yang akut, sapi bisa saja mengamuk dan memberontak,” ujar dia.

Kepala Dinas Peternakan Lampung Selatan Cecep Khairudin mengatakan penularan rabies dari sapi ke sapi disebabkan air liur. Biasanya yang paling cepat tertular sapi yang berada dalam kandang. Sapi yang terjangkit rabies bisa juga menular ke manusia masyarakat.

Dokter hewan Disnak Lamsel Anggraini mengatakan masih dua ekor sapi di Dusun Cukuhmutun dan Desa Budidaya yang terkena rabies. Saat ini sapi tersebut diikat dalam kandang oleh pemiliknya. “Di Desa Budidaya yang bersebelahan dengan Desa Suak juga ditemukan sapi yang terjangkit rabies,” katanya.

Laporan: Perdhana Wibysono
Editor: Padli Ramdan

 

Sumber: Lampungpost