Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Monday, 23 April 2018
Risk_Analy_tra_1

Pelatihan Analisis Risiko

Kamis, 31 Agustus 2006

Memasuki era perdagangan bebas global, OIE sebagai organisasi kesehatan hewan dunia tidak lagi memperbolehkan pemberlakuan kebijakan risiko nol (zero risk) terhadap importasi barang termasuk hewan dan produk hewan ke suatu negara. Analisis risiko merupakan suatu metode yang dikembangkan untuk menilai tingkat risiko yang dimiliki pada proses importasi hewan dan produk hewan. Analisis Risiko ini akan sangat diperlukan oleh negara-negara yang banyak bergantung pada importasi barang. Berbekal dasar bahwa untuk memasuki era perdagangan bebas tersebut akan dibutuhkan tenaga-tenaga profesional yang handal untuk melakukan Analisis Risiko maka CIVAS bekerjasama dengan Bagian Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Fakultas Kedokteran Hewan IPB menyelenggarakan pelatihan Analisis Risiko terhadap Pemasukan Hewan dan Produk Hewan.

Pelatihan analisis risikoKegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan di Hotel Bonita Puncak Bogor dari tanggal 27 hingga 31 Agustus 2006. Pelatihan ini diikuti oleh 15 orang peserta yang berasal dari pemerintah daerah, laboratorium pemerintah, perusahaan swasta, dan perguruan tinggi.
Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini berfokus pada analisis risiko baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Peserta pelatihan diberikan materi teori sekaligus praktek melakukan penyusunan analisis risiko untuk pemasukan hewan atau produk hewan. Selain itu disampaikan pula materi-materi yang dapat menunjang pelaksanaan proses analisis risiko seperti seperti pengantar statistika untuk analisis Risiko.

Pelatihan ini sendiri di bimbing oleh para instruktur baik dari instansi pemerintah maupun perguruan tinggi yang memiliki kemampuan handal melakukan analisis risiko. Para instruktur yang terlibat daam kegiatan pelatihan ini antara lain drh. Tri Satya Putri Naipospos Hutabarat, MSc, Ph.D, Dr. drh. Denny W. Lukman MSi, Ir. Etih Sudarnika, MSi, drh. Sri Mukartini, MAppSc., dan drh. Syafrison.