Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Saturday, 18 August 2018
http://m.tribunnews.com/

Waspada Virus BEF Serang Sapi-sapi di Karangasem

Jumat, 12 Januari 2018

Bali – Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem meminta peternak di Karangasem waspada terhadap sapi peliharaannya. Saat pancaroba ini, sapi rawan terjangkit virus Bovine Ephemeral Fever (BEF).

Kepala Dinas Pertanian  Kabupaten Karangasem, I Wayan Supandi menegaskan, kewaspadaan terhadap sapi perlu ditingkatkan karena sudah ada enam ekor sapi mati terjangkit BEF di Karangasem selama dua pekan belakangan ini. Rinciannya, lima ekor sapi di Muntig, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem. Serta seekor sapi milik pengungsi Gunung Agung yang dititip di tempat penampungan sapi pengungsi di Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem. “Sapi mati di Muntig bukan milik satu orang. Tempatnya berbeda-beda,” ujar Supandi ditemui di kantornya (11/1).

Didampingi Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, I Made Ari Susanta, pihaknya menyebutkan bahwa virus mematikan itu disebarkan lalat Culicoides spp. Bisa juga disebarkan nyamuk Culex spp. “Virus itu bisa mematikan tergantung beberapa faktor. Tidak semua sapi yang kena virus itu mati,” imbuh Ari Susanta.

Daya tahan tubuh sapi itu sendiri menjadi poin penting untuk menyelamatkan sapi dari virus. Termasuk kepekaan peternak. Ketika suhu tubuh sapi sudah tinggi selama tiga hari, ditambah tidak mau makan, sehingga harus segera dicarikan dokter hewan atau disampaikan ke Dinas Pertanian.

“Nanti pemerintah akan membantu pengobatannya, gratis,” ujar Ari Susanta, lalu mengatakan bahwa kesehatan lingkungan penting diperhatikan untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

“Secara rutin lakukan spraying supaya tidak ada lalat atau nyamuk,” sarannya. Supandi kembali menambahkan, bahwa pemerintah susah mendeteksi sapi milik warga terjangkit virus karena minimnya kesadaran masyarakat melaporkan jika ada dicurigai terjangkit virus BEF.

“Setelah sapinya mati, baru dikasih tahu. Kan tidak bisa berbuat apa-apa. Data yang kami dapat ada enam sapi sudah mati. Apakah ada yang lain, belum ada laporan,” pungkas Supandi. (bx/wan/yes/JPR)

 

Sumber: Jawa Pos