www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Wednesday, 17 July 2019

Partisipasi dalam Mini Seminar: “Gangguan Saluran Kemih”

Oleh: Erianto Nugroho  Pada tanggal 18 Februari 2015, Perhimpunan Dokter Hewan (PDHI) Cabang Jawa Barat II bekerjasama dengan PT Royal Canin menyelenggarakan mini seminar dengan tema gangguan saluran kemih pada hewan kecil seperti anjing dan kucing bertempat di Restoran Gumati, Bogor dengan pembicara Drh. Neno dari PT Royal Canin. Jumlah peserta yang hadir pada acara […]

Rabu, 18 Februari 2015
RUA_CIVAS
Rapat Umum Angggota CIVAS ke-III

Pada tanggal 12 – 14 Desember 2014, Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) menyelenggarakan Rapat Umum Anggota (RUA) yang ke-3 di Hotel Bumi Cikeas, Bogor. Kegiatan RUA ini merupakan kegiatan rutin 3 (tiga) tahunan yang merupakan perangkat organisasi tertinggi dalam pengambilan keputusan organisasi. Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut sebanyak 17 orang dari 31 anggota tetap yang terdaftar.

Jumat, 12 Desember 2014
Foto Hog Cholera
CIVAS sebagai Konsultan dalam Penyusunan Masterplan Pengendalian dan Pemberantasan Hog Cholera di Indonesia

Hog Cholera atau Classical Swine Fever atau dikenal dengan sebutan Sampar Babi merupakan salah satu penyakit virus yang cepat menyebar dalam populasi ternak babi dan menyerang segala umur, dengan angka morbiditas dan mortalitas yang sangat tinggi mencapai 95-100%. Penyakit Hog Cholera memiliki dampak ekonomi sangat signifikan, karena tidak hanya mempengaruhi industri babi lokal, namun juga internasional melalui pembatasan perdagangan antar negara, sehingga penyakit ini menjadi salah satu penyakit utama pada babi di Asia, terutama di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Di Indonesia Hog Cholera pertama kali dilaporkan di Sumatera Utara tahun 1994, kemudian menyebar di Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan terakhir pada awal Maret 2011 terjadi di Pulau Lembata (NTT).

Senin, 1 Desember 2014
kivnas
CIVAS dalam Konferensi Ilmiah Veteriner Nasional ke-13

Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dengan sukses menyelenggarakan Kongres ke-17 PDHI dan Konferensi Ilmiah Veteriner Nasional (KIVNAS) ke-13 serta Kongres Persatuan Istri Dokter Hewan Indonesia yang bertempat di Hotel Novotel Palembang pada tanggal 23-26 November 2014 dengan mengusung tema “Meningkatkan Kualitas Layanan Profesional Bidang Kesehatan Hewan untuk Penjaminan Keamanan Hewan, Manusia dan Lingkungan”.

Minggu, 23 November 2014
INARCA_
Pencanangan Indonesia Risk Assessment Center (INARAC)

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada hari Kamis 20 November 2014 menyelenggarkan pencanangan Indonesia Risk Assessment Center (INARAC) dan pameran keamanan pangan, yang bertempat di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.

Kamis, 20 November 2014
IMG_2983
CCLEP Veterinary Leadership

Kepemimpinan merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam setiap komunitas, kepemimpinan diperlukan agar dapat mencapai tujuan bersama. Kepemimpinan seorang dokter hewan pun dituntut karena pada profesi dokter hewan terdapat otoritas medis veteriner.

Sabtu, 15 November 2014
CAR FREE DAY
CIVAS “Together Against Rabies” di Car Free Day, Lapangan Sempur Bogor

Rabies merupakan penyakit zoonotik yang masih menjadi ancaman bagi masyarakat Indonesia dan dalam penanggulangannya memerlukan peran aktif berbagai pihak, tidak hanya pemerintah namun juga perlu melibatkan pihak swasta, organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat secara umum. Semangat ini terus digaungkan tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia, dengan diangkatnya tema “Together Against Rabies” dalam peringatan World Rabies Day (WRD) 2014.

Senin, 6 Oktober 2014
Foto MEA (12 Juni 2014) (1)
Keikutsertaan CIVAS dalam Seminar Penguatan Sistem Jaminan Kesehatan Ikan Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015

Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) turut berpartisipasi menghadiri seminar sehari dengan tema “Penguatan Sistem Jaminan Kesehatan Ikan Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015” pada hari Kamis, 12 Juni 2014, yang diselenggarakan oleh Pusat Karantina Ikan, Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) yang bertempat di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gedung Mina Bahari II Lantai 14, berlokasi di Jl. Medan Merdeka Timur No.16, Jakarta Pusat (fit/er).

Kamis, 12 Juni 2014
Workshop Kompetensi Epidemiologi Indonesia Optimalisasi Surveilans Berbasis Risiko Untuk Penguatan Sistem Kesehatan Hewan Nasional

Lembaga Swadaya Masyarakat Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) turut serta dalam kegiatan tersebut. Selain mengutus perwakilannya sebagai peserta, yaitu drh. Erianto Nugroho, CIVAS juga menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan workshop tersebut yang dibawakan oleh Ketua Badan Pengurus CIVAS, Drh. Tri Satya Putri Naipospos, MPhill., PhD.

Sabtu, 5 April 2014
Seminar AMR Ultah CIVAS ke 8
Ulang Tahun CIVAS ke-8: Semnas “Ancaman Global Resistensi Antimikroba: Bagaimana Kita Harus Bertindak?”

Universitas Siswa Bangsa Internasional, Jakarta, Sabtu, 22 Maret 2014

Penggunaan antimikroba sebagai terapi penyakit infeksius berkembang sangat pesat sejak abad ke-19 hingga saat ini, dan hal tersebut diikuti dengan meningkatnya kejadian resistensi terhadap antimikroba. Telah diketahui sebanyak 2 juta orang di Amerika Serikat setiap tahunnya mendapatkan infeksi serius dari bakteri yang telah resisten, dan setidaknya 23.000 orang diantaranya meninggal sebagai dampak langsung dari infeksi tersebut (Laporan Center for Disease Control and Prevention (CDC) tahun 2013). Hal ini menjadi pusat perhatian dunia dan permasalahan bagi kesehatan secara global.

Minggu, 23 Maret 2014
New Picture (1)
Workshop “Penguatan Hukum Untuk Kesejahteraan Hewan di Indonesia”

Pemanfaatan hewan bagi manusia sudah terjadi sejak zaman dahulu, mulai sebagai bahan makanan, pakaian, tas, alas kaki, pengobatan, hewan percobaan, hewan transportasi, aktivitas berolahraga, astrologi, hiasan, cinderamata, bahkan sebagai hiburan seperti sirkus, film, dan rekreasi. Saat ini hewan dimanfaatkan sesuai dengan sesuai dengan fungsinya seperti hewan ternak untuk dikonsumsi, hewan peliharaan dan juga hewan liar. Namun demikian masih ada orang-orang yang menggunakan hewan sebagai hobi yang salah yang dapat membuat hewan menderita dan juga objek pelampiasan demi kesenangannya seperti atraksi topeng monyet, berburu, dan bahkan dijadikan hewan aduan seperti adu anjing pitbull. Kekejaman sudah dilakukan oleh manusia sejak abad ke-19 hingga saat ini, namun peraturan perundangan yang melindungi hewan terutama di Indonesia masih cukup lemah.

Selasa, 18 Maret 2014
MP Brucellosis
Partisipasi CIVAS sebagai Konsultan dalam Pembuatan Masterplan Pengendalian dan Pemberantasan Brucellosis di Indonesia

Brucellosis adalah salah satu penyakit hewan yang memiliki dampak kerugian ekonomi yang signifikan terhadap penurunan produksi dan industri peternakan sapi di Indonesia serta dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Hal ini diketahui menjadi salah satu dasar bagi Direktorat Kesehatan Hewan menetapkan Brucellosis sebagai penyakit prioritas dalam program pemberantasannya.

Jumat, 24 Mei 2013