Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Wednesday, 15 August 2018
Agrofarm (2018)
Sumber: Agrofarm (2018)

Positif Flu Burung, 320 Lovebird dan 92 Merak Impor Dimusnahkan BBKP Bandara Soetta

Kamis, 22 Februari 2018

Jakarta - Ratusan unggas impor yang tiba di Bandara Soetta sejak 20 Januari silam, terdiagnosa positif flu burung dari hasil tes kesehatan yang dilakukan oleh petugas Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno Hatta. Bahkan beberapa ekor burung mati selama masa karantina di Instalasi Karantina Hewan. Sebanyak, 320 ekor burung lovebird serta 92 ekor burung merak asal Cyprus itu pun segera dimusnahkan petugas.

Kepala Bidang Karantina Hewan BBKP Soekarno Hatta, Risma J. Silitonga (21/2) menyebutkan, pemusnahan dilakukan di sebuah kebun kosong di Jalan Batu Wadas RT 06/03, Batu Ampar, Kramatjati, Jakarta Timur dengan SOP sesuai kesejahteraan hewan.

Burung-burung itu sebelumnya diberikan gas CO2 sebegai bahan eutanasia untuk selanjutnya dibakar dan dikubur dalam tanah.

“Bersyukur kita dapat mendeteksi lebih awal, sebelum burung ini tersebar di lingkungan masyarakat,” tegas Risma dalam keterangannya, Kamis (22/2).

Risma menambahkan tidak dapat dibayangkan bila burung-burung ini dilepas ke masyarakat dengan kondisi terinfeksi, yang mungkin membawa flu burung jenis baru. “Pemerintah kita sudah bersusah payah berupaya membebaskan Indonesia dari Flu Burung, dan tidak ingin munculnya wabah baru akibat importasi unggas,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain burung lovebird dan merak, di kesempatan yang sama pihaknya juga memusnahkan 49 ekor burung kenari impor yang tidak memenuhi persyaratan karantina.

Untuk memastikan tidak ada virus yang tertinggal, petugas karantina juga melakukan desinfeksi pada seluruh bagian instalasi baik kandang atau peralatan lain yang kontak dengan burung yang terinfeksi.

Risma berharap, agar virus flu burung tidak kembali mewabah, masyarakat harus mematuhi prosedur impor unggas yang benar. Dengan cara itu, kerugian finansial dan penyebaran penyakit bisa dihindari. [RN | Bantolo]

 

Sumber: Agrofarm dan Trubus