Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Sunday, 22 July 2018
Jembrana (Heru, 2011)
Sumber: Heru (2011)

Ratusan Sapi Bali Diserang Virus Jembrana

Senin, 8 Januari 2018

Jambi – Warga Dusun Pekan, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, resah karena sapi bali peliharaan tiba-tiba tidak mau makan. Bahkan sebelumnya, sudah ada empat ekor sapi bali mati mendadak.

“Saya heran pak, kok tiba-tiba sapi tidak mau makan. Oleh sebab itu, saya minta tolong dengan Rio (Kades) untuk menghubungi pihak Dinas Peternakan Kabupaten Bungo, agar memberikan obat pada sapi,” ungkap Aliul Hamedi (40), salah seorang peternak sapi.

Senada dengan itu, Rio Dusun Pekan, M Ayub, mengatakan bahwa sebelumnya sapi milik adiknya juga pernah mengalami hal yang sama, tak lama beberapa hari kemudian sapi langsung mati begitu saja.

“Beberapa waktu lalu, ada juga sapi dari anggota kelompok tani Haralan Bersama mati secara mendadak. Kini warga kami resah karena sapi bali mereka banyak yang sakit. Dan sebagian warga enggan lagi memelihara sapi bali, lebih baik sapi biasa saja karena tidak pernah sakit,” ujar Ayub.

Terpisah, Kabid Peternakan, Enggar Tri Wahyudi, mengatakan, sapi bali yang dipelihara warga Bungo banyak terjangkit penyakit Virus Jembrana.

Data yang kami peroleh, sekitar 100 ekor sapi bali di Bungo mati secara mendadak dan yang paling banyak kasus ini terjadi di Kuamang Kuning, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo.

“Kasus ini, disebabkan karena sebelumnya banyak pedagang dan masyarakat Kuamang Kuning, membeli sapi dan peranakan dari luar Kabupaten Bungo. Karena sebagain besar sapi bali yang mereka beli itu, sudah terjangkit oleh Virus Jembrana sehingga cepat menular ke sapi yang lain,” ujar Enggar.

Menurut Enggar, kesulitan yang dihadapi saat sapi petani terserang Virus Jembrana, karena banyak warga atau petani setelah sapi mereka sudah parah baru memberi tahu. Sebaiknya dari sekarang semua sapi bali peliharaan petani itu harus diberikan vaksinasi dan vitamin kepada sapi tersebut.

“Agar tidak terjadi lagi kasus yang sama, disarankan kepada seluruh peternak maupun petani sapi bali, selalu berkoodinasi pihak dinas peternakan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan sapi yang dipelihara agar tidak terjangkit virus Jembrana, yang bisa menyebabkan lumpuh tidak selera makan hingga akhirnya mati,” pungkasnya. (cr05/ira)

 

Sumber: Jambi Independent