www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Wednesday, 18 September 2019
viru flu burung
Sumber : bioteknews.blogspot.co.id

Puluhan Ayam Warga Bakauheni Mati Mendadak, Diduga Karena Virus AI

Jumat, 13 November 2015

Bakauheni – Puluhan hewan ternak ayam warga di Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan mati mendadak dalam sepekan terakhir. Pada ayam yang mati secara tiba-tiba itu ditemukan ciri-ciri jengger yang berwarna kebiru-biruan seperti terkena flu burung (Avian Influenza).
Kejadian yang begitu cepat membuat Untung Emanu (42), warga Dusun Siring Itik, Bakauheni, kaget. Pasalnya, gembar-gembor kabupaten Lampung Selatan bebas AI pada tahun 2015 ini ternyata hanya isapan jempol belaka.
“Saya enggak menyangka kalau masih ada wabah AI di Bakauheni. Buktinya dalam waktu 3 hari, 30 ekor ayam bangkok yang saya rawat mati dengan jengger yang membiru. Selain itu juga terdapat lendir di hidung ayam. Seperti ciri-ciri kena AI,” kata Untung kepada Lampung Post, Jumat (13/11/2015).
Karena melihat ciri-cirinya seperti terkena flu burung, Untung mengubur bangkai ayam dan ada juga yang dibakar. Ia menuturkan tidak terlalu memperhatikan kematian ternak ayam bangkoknya. Akan tetapi, hari berikutnya ayam yang mati secara mendadak terus bertambah banyak hingga 30 ekor dengan harga lebih dari Rp200 ribu per ekor mati semua dengan ciri-ciri yang sama.
Ia mengaku merugi sekitar Rp 7juta akibat serangan yang diduga flu burung tersebut. Tidak hanya milik Untung Emanu, warga dusun Siring Itik, ternak ayam milik Limbong (39), warga lain di Dusun Kenyayan Bakauheni juga mengalami hal serupa.
Mewabahnya ayam mati mendadak di Desa Bakauheni dalam sepekan terakhir ini membuat Untung Emanu melaporkan kejadian tersebut ke Dinas peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung Selatan.
Namun, dia kecewa karena petugas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan hanya menitipkan beberapa botol obat AI ke Balai Desa Bakauheni.
“Kami berharap petugas yang melakukan pencegahan dan penyemprotan di lingkungan yang terindikasi terkena AI. Bukan kami yang berebut untuk mengambil botol obat AI yang dititipkan di balai desa,” ucapnya. Sementara itu, Limbong berharap Dinas Peternakan Lampung Selatan dapat segera mengecek ke lokasi. Sebab, warga khawatir wabah kematian ternak ayam secara mendadak yang kian menyebar luas ternyata flu burung.
“Seharusnya jangan cuma titip obatnya saja ke desa. Bakauheni ini kan pintu gerbang antara Pulau Sumatera dan Jawa. Kalau ada kasus flu burung di Bakauheni harusnya jadi perhatian Dinas Peternakan karena banyak lalu lintas unggas antarpulau yang lewat Bakauheni,” harap Limbong.
Dihubungi terpisah, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung Selatan Agung Kusmartuti mengatakan Tim PDSR (Participatory Disease Surveillance Response) akan melakukan rapid test terhadap bangkai ayam yang mati untuk memastikan penyebab kematian ayam tersebut.
“Kita akan lakukan rapid test untuk memastikan apakah kematian ayam tersebut akibat flu burung (AI) atau bukan,” kata Agung Kusmartuti. Selain rapid test, ujar Agung, pihaknya juga akan menyemprotkan disinfektan terhadap kandang ternak ayam warga untuk mencegah adanya penularan yang lebih luas.
“Saya juga minta warga yang memiliki ternak unggas untuk menjaga kebersihan kandang dan rajin melakukan penyemportan disinfektan di kandang,” ucap Agung. (Aan Kridolaksono/Isnovan)

 

 

Sumber: Lampung Post

Tinggalkan Balasan

Puluhan Ayam Warga Bakauheni Mati Mendadak, Diduga Karena Virus AI

by Tisna Sutisna time to read: 2 min
0