www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Sunday, 18 August 2019
INARCA_

Pencanangan Indonesia Risk Assessment Center (INARAC)

Kamis, 20 November 2014

Oleh: Nofita Nurbiyanti dan Sunandar

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada hari Kamis 20 November 2014 menyelenggarkan pencanangan Indonesia Risk Assessment Center (INARAC) dan pameran keamanan pangan, yang bertempat di Hotel Kartika Chandra, Jakarta. INARAC adalah forum ilmiah di bawah naungan kelompok kerja Jejaring Intelijen Pangan (JIP) yang kompenten dalam kajian risiko keamanan pangan untuk mendukung kebijakan keamanan pangan nasional dan diakui secara internasional,  untuk memfasilitasi pool of expert, baseline data, sharing informasi di bidang kajian risiko dan berkomunikasi dengan pelaksana kajian risiko di masing-masing kementerian/lembaga yang akan berperan dalam focal point untuk ASEAN Risk Assessment Center (ARAC).

Sambutan dan pengantar acara pencanangan diberikan oleh Dr. Ir. Roy A. Sparringa, M.App.Sc selaku Kepala BPOM, kemudian dilanjutkan dengan peresmian INARAC oleh Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp. M.. Menteri Kesehatan mendukung dan berharapan forum INARAC dapat menjadi tulang punggung informasi dan data kajian risiko terkait keamanan pangan, sebagai landasan pengambilan kebijakan di Indonesia kedepan.

Pembentukan INARAC ini didasarkan pada sangat pentingnya kajian risiko (risk assessment) terkait dengan produk dalam negeri atau luar negeri sebagai salah satu landasan untuk pembuatan kebijakan yang melindungi keamanan pangan dan kesehatan manusia guna mencapai ketahanan pangan nasional.

Pelaksanaan kajian risiko keamanan pangan di Indonesia melibatkan instansi yang berkaitan dengan keamanan pangan, yaitu difasilitasi oleh kelompok kerja Jejaring Intelijen Pangan (JIP). Fungsi JIP adalah untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginpretasi data-data terkait dengan keamanan pangan seperti hasil inspeksi dan monitoring pangan, kasus-kasus keracunan pangan, data cemaran agar dapat dimanfaatkan oleh stakeholder yang berkepentingan.

JIP juga berfungsi untuk mendukung program Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF).  INRASFF merupakan salah satu program unggulan dalam Sistem Keamanan Pangan Terpadu (SKPT) yang telah dikembangkan di Indonesia sejak tahun 2010 dan merupakan tools pengawasan pangan post market yang strategis untuk melindungi kepentingan nasional dengan mengumpulkan dan analisa data permasalahan keamanan pangan nasional. INRASFF juga dibutuhkan untuk menginformasikan notifikasi downstream terkait isu-isu keamanan pangan dalam jejaring keamanan pangan internasional (ASEAN RASFF INFOSAN, Korea FDA, China FDA, US FDA, dsb) dan telah berkolaborasi dengan ASEAN RASFF, EU RASFF di Eropadan US FDA dalam proses pengembangannya. Untuk mendukung pengumpulan data ilmiah yang dibutuhkan INRASFF, maka dibentuklah Indonesia Risk Assessment Center (INARAC).

Acara pencanangan ini dihadiri oleh berbagai institusi terkait keamanan pangan, termasuk para pemangku kebijakan dari berbagai kementerian, lembaga/badan terkait, beberapa perguruan tinggi, berbagai asosiasi dan organisasi profesi serta beberapa media massa nasional.

Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) sebagai organisasi yang memiliki visi misi dalam menyediakan data dan informasi alternatif salah satunya di bidang keamanan produk asal hewan, turut serta dalam menghadiri acara tersebut yang diwakili oleh Drh. Ridvana Dwibawa, Drh. Sunandar dan Nofita Nurbiyanti, SKH.  Pada kesempatan tersebut, CIVAS menyambut positif dan turut mendukung pembentukan dan pencanangan INARAC.

Acara juga dimeriahkan dengan pemberian hadiah secarasimbolis ke Sekolah-Sekolah Dasar dalam “Aksi Nasional Jajanan Sehat Anak Sekolah” dan pemberian penghargaan “Food Safety Masuk Desa” kepada perwakilan kader keamanan pangan dari berbagai daerah di Indonesia. Berbagai bentuk media sosialisasi juga dibagikan keseluruh peserta dengan tema “Kita Wujudkan Pangan yang Aman Hingga Tingkat Perseorangan melalui Aksi Nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah” dan “Food Safety Masuk Desa”.

Tinggalkan Balasan

Pencanangan Indonesia Risk Assessment Center (INARAC)

by Tisna Sutisna time to read: 2 min
0