Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Saturday, 24 June 2017

Brucellosis

Minggu, 23 Februari 2014

V. Penanganan Penyakit

Pencegahan

Brucellosis dapat dicegah dengan vaksinasi. Pada sapi, terdapat dua jenis vaksin yang tersedia yaitu vaksin Brucella abortus strain RB51 dan strain 19. Pada kambing dan domba, vaksinasi dilakukan menggunakan vaksin Brucella melitensis strain Rev. 1, baik untuk B. Melitensis maupun B. ovis. Sementara itu, belum ada produk vaksin yang efektif untuk mencegah infeksi B. suis pada babi dan B. canis pada anjing. Semua produk vaksin yang tersedia merupakan vaksin hidup dan berpotensi menimbulkan aborsi bila diberikan pada ternak bunting.

Pengendalian dan Pemberantasan

Sapi

Deteksi penyakit dan pencegahan sangat penting karena tidak ada pengobatan efektif yang tersedia saat ini. Eradikasi sangat tergantung pada pengujian dan pemusnahan reaktor (test and slaughter). Penyakit ini telah dieradikasi di banyak daerah melalui metode ini. Ternak harus diuji secara rutin hingga diperoleh hasil negatif 2 atau 3 kali berturut-turut.

Kelompok yang bebas penyakit harus dilindungi. Risiko terbesar berasal dari hewan baru. Hewan baru sebaiknya pedet yang sudah divaksinasi atau sapi dara. Jika ada penambahan sapi bunting atau yang lainnya maka sapi-sapi tersebut harus berasal dari daerah yang bebas brucellosis dan harus seronegatif. Sapi baru sebaiknya diisolasi minimal 30 hari dan diuji sebelum digabungkan ke ternak yang lain.

Domba dan Kambing

Kejadian penyakit dan penyebarannya dapat dikurangi melalui pemeriksaan rutin pejantan sebelum memasuki musim kawin dan pengafkiran pejantan yang memiliki kelainan pada alat reproduksinya. Karena kerentanan bertambah seiring dengan bertambahnya umur, maka dianjurkan untuk memelihara pejantan yang muda. Selain itu pejantan yang diketahui bebas penyakit sebaiknya diisolasi dan dipisahkan dari pejantan tua yang mungkin sudah terinfeksi. Karena infeksi pada betina hampir seluruhnya terjadi akibat perkawinan dengan jantan terinfeksi, maka pelaksanaan program vaksinasi pada jantan dapat secara efektif mengatasi keadaan ini. Penyakit ini dapat dieliminasi dengan mengafkir kelompok ternak.

Penggunaan chlortetracycline dan streptomycin secara bersamaan dapat menyembuhkan penyakit ini, tetapi hal ini tidak ekonomis dari segi biaya kecuali pada domba dengan nilai ekonomi tinggi. Selain itu, meskipun infeksinya dapat dihilangkan, namun infertilitas akibat penyakit mungkin takkan hilang.

Anjing

Pengendalian penyakit didasarkan pada eliminasi atau isolasi anjing yang terinfeksi. Kejadian penyakit jauh lebih rendah pada anjing-anjingnya dikandangkan secara individual. Terapi jangka panjang, misalnya dengan kombinasi streptomycin atau gentamicin dan tetracycline, telah berhasil mengatasi penyakit ini dalam banyak kasus.

Babi

Kehati-hatian sangat diperlukan saat membeli individu babi yang memiliki titer aglutinin yang rendah, kecuali bila status kelompok asal babi tersebut diketahui. Babi yang telah dibawa keluar dari peternakan harus selalu diisolasi terlebih dahulu sebelum digabungkan dengan kawanannya. Babi baru sebaiknya dibeli dari peternakan yang diketahui bebas brucellosis, atau diuji dan diisolasi selama 3 bulan, kemudian diuji sekali lagi sebelum digabungkan dengan kelompok ternak.

Pengendalian penyakit didasarkan pada pengujian dan pemisahan serta pengafkiran ternak yang terinfeksi karena tidak ada vaksin yang tersedia maupun pengobatan yang dapat dianjurkan.

Pencegahan dan Pengobatan pada Manusia

Pencegahan brucellosis pada manusia utamanya melalui eliminasi infeksi pada hewan inang (misalnya sapi, kambing) yang disertai dengan tindakan higiene sanitasi, vaksinasi, dan pengolahan produk susu dan makanan secara benar (melalui pemanasan yang cukup). Dalam banyak kasus, brucellosis pada manusia terkait dengan pekerjaan sepert dokter hewan, pekerja rumah potong hewan, peternak, dan pengolah susu. Pencegahan melalui tindakan higiene sanitasi sangat penting karena kontak dengan materi terkontaminasi memungkinkan agen penyakit menginfeksi melalui luka di kulit. Vaksin yang ada untuk manusia sangat terbatas efektifitasnya dan terkadang menimbulkan efek samping yang buruk.

Pengobatan brucellosis pada manusia bervariasi tergantung pada umur pasien dan status kehamilan. Pengobatan yang dianjurkan pada anak-anak berumur di bawah 8 tahun adalah kombinasi trimethoprim-sulfamethoxazole dan aminoglycoside atau kombinasi dari rifampicin dan trimethoprim-sulfamethoxazole selama 45 hari. Untuk pasien berumur 8 tahun atau lebih dianjurkan pengobatan dengan kombinasi doxycycline dan rifampicin atau dapat juga diberikan kombinasi rifampicin dan gentamicin. Rifampicin dikombinasikan dengan ciprofloxacin selama 30 hari telah terbukti efektif dan dapat digunakan untuk pengobatan dengan waktu pemberian obat yang lebih singkat. Pada anak-anak, monoterapi dengan rifampicin tidak dianjurkan karena persentase kambuh yang tinggi.