Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Friday, 28 April 2017

Malignant Catarrhal Fever (MCF)

Minggu, 23 Februari 2014

Epidemiologi

MCF cukup merugikan secara ekonomi bagi produsen banteng. Meskipun wabah MCF secara klinis jarang terjadi dan bersifat sporadis, angka morbiditasnya tercatat 3-53% namun dapat meningkat mencapai 100%. Angka mortalitasnya hampir 100%.

Studi Epidemiologi terhadap kejadian wabah menjelaskan bahwa domba yang terinfeksi OvHV-2 merupakan sumber utama MCF pada kejadian wabah di banteng dan sapi. Ada hubungan yang kuat di antara wabah yang terjadi pada sapi dan domba yang terkena dan telah didokumentasikan berulang kali sejak tahun 1929. Data terakhir menunjukkan bahwa pola yang sama terjadi di banteng. Dalam beberapa kejadian wabah, ternyata, tidak ada domba yang berada di sekitar tempat pertama kali kasus tersebut dikenali.

Kejadian klinis MCF pada banteng liar belum diketahui. Serosurvei antibodi terhadap OvHV-2 di peternakan banteng dari Montana dan Washington menunjukan titer positif pada 2% populasi yang diuji. Peneliti lain mengemukakan hal yang sama pada 15-20% pada populasi banteng secara umum. Tingkat serologis dari infeksi MCF di Kanada belum pernah dilaporkan. Prevalensi antibodi yang tinggi dan penyakit klinis yang relatif rendah menunjukan banyak infeksi yang tidak jelas terlihat dan tidak mematikan. Hewan seropositif dan MCF klinis biasanya banyak dijumpai pada peternakan banteng dengan manajemen pemelihraan yang intensif.

Distribusi di Dunia

MCF telah tersebar luas di seluruh dunia. MCF yang disebabkan oleh AlHV-1 biasanya dibawa oleh wildebeest dan hartebeests dan dapat ditemukan di Afrika. Wildebeest yang berada di kebun binatang dan taman satwa liar juga merupakan hewan pembawa yang asimptomatis. MCF yang disebabkan oleh OvHV-2 terdapat di seluruh dunia pada hewan domestik dan domba liar. Kambing juga merupakan hewan pembawa terhadap OvHV-2. Pada bulan Februari 2000, tercatat 11 negara bagian (Utah, Wyoming, Colorado, Montana, California, Oregon, Ohio, Kansas, Nebraska, North Dakota dan South Dakota) di Amerika Serikat dan 3 provinsi (Saskatchewan, Ontario, dan Alberta) di Kanada yang memiliki banteng positif terhadap OvHV-2. Belum diketahui tersedianya data bagi sapi atau rusa jika penyakit ini merupakan enzootis bagi spesies tersebut.

Distribusi di Indonesia

Distribusi MCF di Indonesia dapat ditemukan diantaranya di daerah Bali, Jawa Timur, Aceh dimana sapi Bali terkenal sangat rentan terhadap penyakit ini.

Insidensi

Malignant Catarrhal Fever (MCF) dapat mempengaruhi sapi dan kerbau secara sporadik dengan insidensi rendah, akan tetapi kasus kematian dapat mencapai hingga 95% (Kusumaningsih, 2002).

  • dokterternak

    Di artikel ini tertulis:
    “Di Indonesia MCF juga disebut sebagai Bovine Epimeral Fever dan penyakit ini merupakan penyakit yang umum menyerang sapi di Indonesia (Sianturi, 2007).”

    Padahal etiologinya saja sdh berbeda..