Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Wednesday, 23 August 2017
Risiko Kontaminasi pada Susu Segar

Risiko Kontaminasi pada Susu Segar

Jumat, 27 Desember 2013

KOMPAS.com-Susu segar memang memiliki kandungan gizi yang lengkap dan yang jelas lebih alami daripada susu bubuk. Hanya saja, menurut para peneliti asal Minnesota Departement of Health di Amerika Serikat, rata-rata satu dari enam orang yang minum susu segar jatuh sakit karena infeksi dari bakteri dan parasit yang mengontaminasinya.

Para peneliti menemukan ada 530 kasus infeksi berdasarkan catatan dari laboratorium yang terjadi pada tahun 2001 hingga 2011 di AS. Kasus umumnya meliputi infeksi dari Salmonella, E. coli, Campylobacter, dan infeksi parasit yang disebut Cryptosporidiosis (yang disebabkan oleh Cryptosporidia sp.). Seluruh kasus itu berkaitan dengan konsumsi susu tanpa pasteurisasi sebelumnya.

Berdasarkan perkiraan para peneliti, masih banyak kasus infeksi bakteri yang belum dilaporkan dan dibuktikan di laboratorium. Studi yang dipublikasi dalam jurnal Emerging Infectious Disease itu memperkirakan, mungkin dari total konsumen susu segar, 17% di antaranya jatuh sakit karena infeksi.

Peneliti studi Trisha Robinson, epidemiologis di Minnesota Departement of Health mengatakan, risiko sakit yang berkaitan dengan konsumsi susu segar bahkan jauh lebih besar daripada yang ditentukan sebelumnya. Infeksi dari patogen yang mengontaminasi susu segar umumnya menyebabkan penyakit seperti diare, kram perut dan muntah yang terjadi hingga satu minggu.

“Untungnya hampir semua kasus berakhir dengan kesembuhan, namun ada pula yang menunjukkan gejala yang parah dan lama, seperti gangguan saraf yang disebut sindrom Guillain-Bare ataupun arthritis reaktif yaitu peradangan sendi hasil perkembangan dari infeksi,” ujar Robinson.

Dalam studi tersebut, sekitar 20% dari mereka yang sakit mengalami komplikasi dari infeksi bakteri yang disebut sindrom uremik-hemolitik yang menyebabkan gagal ginjal. Peneliti mencatat, hasil studi mungkin masih memiliki beberapa kelemahan. Misalnya infeksi yang dialami oleh peminum susu segar belum tentu memang berasal dari susu, melainkan hal lain yang belum dapat dipastikan oleh peneliti.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), dari tahun 1998 hingga 2011, ada 148 musim sakit yang berhubungan dengan konsumsi susu segar. Dari musim tersebut, terdapat 2.384 kasus, 284 perawatan di rumah sakit, dan dua kematian. Robinson mengatakan, susu segar dapat menyebabkan penyakit infeksi karena mengandung bakteri yang membahayakan. Karena itu, proses pasteurisasi untuk memusnahkan bakteri penting untuk dilakukan sebelum mengonsumsinya.