www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Tuesday, 17 September 2019
Ratusan Ekor Ayam Kampung di Selogiri Mati
Kepala Puskesmas Selogiri, Hermanto (dua dari kiri) memperagakan cara menggunakan masker kepada warga Dusun Jowogang, Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Wonogiri saat Sosialisasi Bahaya Virus AI pada Manusia di rumah Yahmin, Ketua RT 003/RW 003, Kamis (6/3/2014) malam (JIBI/Solopos/Trianto Hery Suryono)

Ratusan Ekor Ayam Kampung di Selogiri Mati

Jumat, 7 Maret 2014

Solopos.com, WONOGIRI-Kematian ayam kampung terus menjalar. Kali ini, ayam kampung di Dusun Jowogang, Desa Jaten dan Dusun Ngepos, Desa Nambangan, keduanya masuk Kecamatan Selogiri, Wonogiri mati. Kematian ayam kampung di Desa Jaten hasil rapid tes menunjukkan positif terkena virus AI.

Sedangkan kematian ayam di Desa Nambangan masih dilakukan penyelidikan. Informasi yang dihimpun solopos.com, Kamis dan Jumat (6-7/3), sebanyak 186 ayam kampung di dua dusun itu mati. Ketua RT 003/RW 003, Dusun Jowogang, Yahmin mengatakan sejumlah 86 ekor ayam milik warganya mati secara beruntun sejak Senin, awal pekan ini.

Terkait kematian itu, otoritas Kecamatan Selogiri mengadakan Sosialisasi Bahaya Virus AI terhadap Manusia, Kamis malam dan dihadiri Kades Jaten, Eko Adi Suranto. “Ayam-ayam mati sejak Senin. Sebagian sudah dibuang ke sungai. Kematian ayam sudah kami laporkan ke desa dan ditindaklanjuti dengan penyemprotan disinfektan,” ujarnya.

Diakuinya, Dusun Jowogang berbatasan dengan Desa Karangasem, Kecamatan Bulu, Sukoharjo. Dua dusun itu hanya dipisahkan oleh Sungai Bengawan Solo dan beberapa pekan sebelumnya dikabarkan di Karangasem terdapat ayam mati dan sudah dilakukan penyemprotan. “Hasil pendataan, masih terdapat sekitar 125 ekor ayam yang masih diperlihara warga. Solusi apa agar ayam-ayam tersebut aman,” ujarnya.

Koordinator petugas teknis nakperla Kecamatan Selogiri, Agus Sarwo, menegaskan, dikandangkan dan divaksin. Agus menerangkan, warga hendaknya mengenakan masker dan sarung tangan ketika memegang ayam mati. “Hasil rapid tes, ayam mati di Dusun Jowogang positif terkena virus AI. Untuk itu, ayam mati jangan dibuang ke sungai. Dengan membuang ke sungai berarti warga ikut menyebarkan virus AI.”

Lebih lanjut Agus meminta warga Dusun Jowogang tetap waspada dan tidak diperbolehkan menjual ayamnya. “Tunggu hingga tiga pekan. Jika tidak ada lagi kematian ayam berarti virus sudah hilang dan ayam bisa dijual lagi.

Selama pekan waspada ini hendaknya kandang-kandang disemprot dan tumbuhan ditebang agar sinar matahari masuk.”
Agus mengatakan, sebanyak 15 botol disinfektan sudah diberikan kepada warga Dusun Jowogang RT 003. Dia meminta, lokasi penyemprotan disinfektan dilakukan hingga jarak 200 meter dari lokasi kematian ayam kampung. Sementara itu, Bambang Sadriyanto, tokoh masyarakat Desa Nambangan, Selogiri, menyatakan, dirinya mendapat keluhan di Dusun Ngepos sekitar 100-an ekor ayam kampung mati. “Semalam (Kamis malam) kami bertemu warga Ngepos memberitahukan bahwa 100-an ayam kampung mati. Kami belum mengetahui penyebabnya tetapi cerita warga bahwa sore hari ayam masih berkokok tetapi pagi harinya mati.”

Camat Selogiri, Bambang Haryanto, menegaskan, pembuangan bangkai ayam ke sungai justru mematikan orang lain. “Selogiri menjadi daerah endemis AI. Untuk itu, unggas yang mati segera dilaporkan ke petugas kesehatan hewan jangan dibuang ke sungai. Kematian ayam hendaknya dikubur dan dibakar. Saya juga minta warga mengkandangkan unggas.”

Menurutnya, kebiasaan membiarkan unggas berkeliaran mencari tempat sendiri kurang baik. Sedangkan, Kepala Puskesmas Selogiri, Hermanto menegaskan, dua pekan ke depan warga Dusun Jowogang menjadi fokus pemantauan petugas kesehatan. Dia meminta warga cepat melapor apabila menemukan warga yang menderita panas. “Ada jurus efektif agar virus AI tak berkembang, yakni B3K. Bersihkan tangan dengan sabun, bersihkan kandang dengan disinfektan, berikan vaksin pada unggas dan kandangkan unggas.”

Tinggalkan Balasan

Ratusan Ekor Ayam Kampung di Selogiri Mati

by boghen time to read: 2 min
0