Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Sunday, 22 October 2017
Cow Illustration

Bebas Brucellosis, Sebuah Upaya Utopis?

Tidak semua daerah mampu memenuhi kebutuhan daging sapi dari peternak lokalnya masing-masing. Tak jarang sapi atau daging sapi harus didatangkan dari daerah lain. Bahkan keinginan pemerintah daerah untuk mendongkrak produksi setempat dengan meningkatkan populasi sapinya pun, tidak bisa tidak, harus mendatangkan sapi dari luar daerah. Alhasil, lalu lintas sapi dari satu wilayah ke wilayah lain menjadi tak terelakkan.

Kamis, 1 Desember 2016
bebek
Flu Burung Serang Lamongan, Ratusan Bebek Mati

Lamongan – Fahmi Sabila Anshori (40) peternak bebek, warga Desa Kembangbahu. Dari 800 ekor bebek yang dipelihara, 700 ekor di antaranya mati lantaran diduga terserang flu burung. Beberepa ekor bebek yang dibelinya di Pasar Unggas Sidoarjo yang kala itu dijadikan satu kandang dengan bebek lainnya. “Ratusan ekor bebek itu mati dalam kurun waktu sepekan ini,”kata Fahmi”.

Senin, 31 Oktober 2016
Virus_JE
Virus JE Positif Serang Balita di Tabanan, Terdapat pada Babi dan Ditularkan Nyamuk

Tabanan – Krama Bali khususnya peternak babi harus waspada terhadap penyebaran virus Japanese encephalitis (JE) yang dapat menyebabkan gangguan saraf, kelumpuhan, hingga kematian pada manusia.

Kamis, 27 Oktober 2016
71411034254_950x600
Ayam Mati di Seluma, Positif Flu Burung

Seluma–Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan perkebunan (Dispernakbun) Kabupaten Seluma, Marah Halim, mengatakan berdasarkan hasil bedah petugas peternakan yang datang langsung beberapa hari lalu, puluhan ayam mati di Desa Nanti Agung Kecamatan Ilir Talo, dinyatakan positif flu burung.

Senin, 10 Oktober 2016
kerbau
Penyakit Ngorok Mengancam Sumbawa Barat

Taliwang – Meski hampir 13 tahun lebih penyakit antraks sudah tidak lagi menjangkiti ternak sapi dan kerbau, tetapi penyakit Septicaemia Epizootica (SE) atau yang sering dikenal sebagai penyakit ngorok justru menyebar di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pasalnya, pada tahun 2014 lalu, penyakit tersebut menyerang sedikitnya 19 ekor ternak di Kecamatan Brang Rea dan 3 ekor ternak di Kecamatan Taliwang pada tahun 2015 lalu.

Jumat, 23 September 2016
Acacing hati
Cacing Hati Masih Mengancam Peternakan Sapi

Blitar – Penyakit cacing hati masih menjadi ancaman peternakan sapi dan kambing di Kabupaten Blitar. Dari hasil pengecekan di lapangan, petugas dinas peternakan masih menemukan sejumlah ternak yang mengidap penyakit cacing hati.

Bahkan sapi yang berpenyakit beberapa diantaranya dipotong untuk perayaan Hari Raya Kurban. “Memang masih ditemukan kasus penyakit cacing hati,” ujar Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Blitar Mashudi kepada wartawan. Cacing hati (Fasciola gigantica) berhabitat di organ hati dan empedu sapi. Cacing jenis pipih ini berasal dari larva cacing hidup di rerumputan lembap berair.

Rabu, 21 September 2016
babi
Setelah Dicek Darah, Ternak Babi di Kelurahan Tanah Merah Positif Mengandung Virus Berbahaya

RENGAT- Tim Laboratorium Balai Veteriner Bukittinggi yang diketuai Drh. Helmi menyatakan, bahwa ternak babi yang berada di Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu terjangkit virus dan penyakit Hog Cholera (clasical swine fever) disebabkan lingkungan yang kotor.

Kamis, 8 September 2016
anjingrabies2
Populasi Hewan Penular Rabies Meningkat

Bengkulu – Populasi Hewan Penular Rabies (HPR) di Provinsi Bengkulu meningkat. Tercatat pada tahun 2015 di Provinsi Bengkulu HPR berjumlah 167.602 ekor. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2014 lalu yang hanya sebanyak 153.885 ekor.

Senin, 5 September 2016
bagansiapiapi
Ada Sapi Kurban di Bagansinembah Terjangkit Virus Jembrana

Bagansiapiapi — Menjelang Hari Raya Idul Adha pada tanggal 12 September 2016 mendatang, ribuan hewan kurban, seperti sapi, kerbau dan kambing saat ini telah dipersiapkan. Kendati demikian, masyarakat dihimbau agar lebih berhati-hati dalam membeli hewan kurban untuk dipotong. Pasalnya, saat ini telah ditemukan adanya hewan kurban sapi yang mengidap virus jembrana.

Sabtu, 3 September 2016
pacitan-1
Seekor Sapi di Pacitan Mati Mendadak Diduga Karena Antraks

Pringkuku, Pacitan – Beberapa waktu lalu seekor sapi milik peternak mati mendadak. Diduga, sapi tersebut mati karena penyakit antraks yang dideritanya. Saat ini Pemkab Pacitan telah mengambil sampel sapi yang mati mendadak untuk diteliti dan masih menunggu hasil uji laboratorium dari Balai Besar Veteriner Wates, Yogyakarta.

Kamis, 18 Agustus 2016
anjing rabies
Kecuali Mentawai Sumbar Endemik Rabies

Padang — Sumatera Barat daerah endemik rabies. Dari Januari hingga Juli 2016 sebanyak 49 kasus positif rabies terjadi merata di 18 kabupaten/kota, kecuali Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kamis, 11 Agustus 2016
peta-ntt
Waspadai Ancaman Penyakit Ternak

Nusa Tenggara Timur – Dengan kekayaan padang sabana merupakan tempat yang cocok untuk pengembangan ternak besar, seperti kuda, sapi dan kerbau. Hal ini pula yang menjadikan wilayah ini disebut-sebut sebagai gudang ternak.

Namun pengembangan peternakan di wilayah ini selalu diikuti denngan berbagai penyakit pada ternak besar. Beberapa penyakit ternak besar yang masih ada di NTT antara lain brucellosis dan antraks. Namun kini muncul lagi penyakit SE (Septicaemia Epizootica) atau penyakit Ngorok.

Kamis, 11 Agustus 2016