Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Wednesday, 12 December 2018
Jembrana (Heru, 2011)

Penyakit Jembrana Musuh Utama Sapi Bali

Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu provinsi pemasok ternak sapi potong terbanyak ke pulau Jawa dan beberapa daerah lain di Indonesia. Jenis sapi yang paling banyak dibudidayakan di dearah Nusa Tenggara Timur adalah sapi bali (Bos javanicus). Sapi bali diketahui sangat rentan terhadap infeksi penyakit jembrana atau yang biasa dikenal dengan penyakit keringat darah. Penyakit ini pertama kali dilaporkan di Indonesia pada tahun 1964. Wabah jembrana pertama kali terjadi di Kabupaten Jembrana, Gianyar, Klungkung, Badung, Tabanan, dan Buleleng di Provinsi Bali, yang menyebabkan kematian tinggi pada sapi bali.

Minggu, 28 Oktober 2018
PMK Hipersalivasi_Balitvet
Waspadai Penyakit Mulut dan Kuku

Harga daging sapi yang mencapai Rp 120.000 per kilogram membuat pemerintah “tergiur” melonggarkan aturan impor daging. Muncul wacana membuka keran impor daging dari negara yang belum bebas penyakit mulut dan kuku, seperti India dan Brasil. Alasannya, harga daging impor dari negara itu relatif murah dibandingkan dari Australia dan Selandia Baru. Selama ini Indonesia mengimpor daging dan sapi dari Australia dan Selendia Baru.

Selasa, 16 Oktober 2018
rabies
Anjing Positif Rabies di Sikka Meningkat Drastis

Maumere – Pengiriman sampel otak anjing oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sikka untuk dicek di laboratorium Veteriner Denpasar meningkat drastis di bulan September 2018 dibandingkan bulan Agustus 2018.

Senin, 15 Oktober 2018
Anjing
71 Warga Suspek Rabies

Batanghari, Jambi – Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari mengingatkan agar warga rutin melakukan pengecekan kesehatan hewan pemeliharaan. Hal ini untuk menghindari tertularnya rabies dari gigitan hewan peliharaan tersebut. Berdasarkan catatan kejadian kasus, dalam rentang waktu sembilan bulan terakhir (Januari hingga September 2018) sebanyak 71 kasus warga tergigit hewan tersangka rabies. Jumlah tersangka rabies ini meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah, 65 kasus.

Jumat, 28 September 2018
kabupaten-di-ntt
41 Spesimen Anjing di Kabupaten Sikka Positif Rabies

Maumere – Temuan virus rabies pada hewan anjing di Kabupaten Sikka, Pulau Flores semakin mengkhawatirkan. Hingga Kamis (20/9), ditemukan 41 spesimen positif dari 82 spesimen otak anjing yang diperiksa di laboratorium Balai Besar Veteriner (BBV) di Denpasar.

Kamis, 20 September 2018
Anjing
Rabies Meningkat di Poso, 317 Orang Positif dan 3 Orang Meninggal

Poso, Sulawesi Tengah – Dinas Kesehatan Kabupaten Poso, terus bekerja keras untuk memberantas penyebaran gigitan anjing rabies. Berdasarkan data, bulan Januari hingga Juli 2018, jumlah korban gigitan anjing sebanyak 380 orang dengan jumlah anjing positif rabies sebanyak 317 kasus dan jumlah korban meninggal sebanyak 3 orang.

Selasa, 18 September 2018
vaksinasi
Virus Flu Burung H5N1 Mewabah di Lebak Banten, Ratusan Unggas Mati

Lebak, Banten – Dinas Peternakan Kabupaten Lebak, Banten memastikan, ratusan ternak unggas yang mati mendadak di Kecamatan Kalanganyar positif terjangkit virus flu burung H5N1. Saat ini, belum ada tindakan apapun dari pihak terkait. Dinas Peternakan hanya meminta kesiagaan dari peternak dengan menguburkan unggas yang sudah mati.

Selasa, 18 September 2018
download
Waspada Virus Flu Burung

Mukomuko, Bengkulu – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap ancaman virus flu burung yang menyerang unggas beberapa waktu terakhir ini. Ratusan ekor ayam milik warga mati mendadak sejak dua bulan yang lalu. Dari hasil pemeriksaan tim kesehatan Bidang Peternakan dan Balai Veteriner Lampung ada tiga kecamatan positif ditemukan kasus flu burung yang menyerang ternak ayam milik warga. Yakni Kecamatan Lubuk Pinang, XIV Koto dan Kota Mukomuko.

Selasa, 18 September 2018
anjing
Rabies Tak Kunjung Beres

Dalam sepekan terakhir, Kompas menyoroti masalah rabies, terutama situasi darurat di Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur. Sepanjang 1997-2017, sudah 321 orang meninggal karena rabies di Flores. Namun, korban masih berlanjut sampai 2018 meskipun relatif menurun.

Rabu, 12 September 2018
Ibu Tata
Memberantas Rabies

Penyakit Rabies sudah dikenal sejak awal peradaban manusia, pada masa Babylonia 2300 tahun sebelum Masehi, bahkan mungkin sejak zaman Yunani kuno.

Naskah kuno mengenai rabies dijumpai pada abad ke-5 oleh Democriticus dan Hippocrates (dikenal sebagai Bapak Kedokteran). Begitu juga artefak dan naskah kedokteran terkait rabies banyak dijumpai di Persia, India, China, Perancis, Inggris dan Spanyol.

Senin, 10 September 2018
kabupaten-di-ntt
Penyakit Menular: 750 Orang Digigit Anjing Rabies

Saat ini, situasi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, darurat rabies karena pada Januari-Juli 2018 terdapat 750 orang digigit anjing rabies. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, rincian kasus gigitan anjing di Sikka bulan Januari sebanyak 78 kasus, Februari 103 kasus, Maret 109 kasus, April 113 kasus, Mei 121 kasus, Juni 111 kasus, dan Juli 115 kasus.

Senin, 10 September 2018
anjing
Sikka Darurat Rabies

Maumere – Pulau Flores termasuk salah satu destinasi wisata favorit. Namun, Flores juga menghadapi virus rabies yang menyerang anjing. Masalah ini harus ditangani serius melalui vaksinasi. Pada Agustus 2018 telah diperiksa otak 64 anjing di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, 29 ekor diantaranya positif rabies. Jumlah itu jauh lebih besar dibanding periode yang sama tahun 2017 yang hanya 11 ekor. Itu sebabnya, saat ini Sikka tergolong darurat rabies hewan peliharaan anjing. Apalagi, dari sekitar 54.000 anjing milik warga, 21.000 anjing belum divaksin antirabies.

Jumat, 31 Agustus 2018