Vets for a Better Life
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Monday, 30 November 2020
Babi-Anak-Konfrontasi

10 Ekor Babi Di RPH Solo Kena Virus African Swine Fever, Asalnya Dari Karanganyar

Solo — Petugas Rumah Potong Hewan (RPH) Solo mendapati sedikitnya 10 ekor babi yang terkonfirmasi positif virus African Swine Fever atau ASF sejak akhir Agustus 2020.

RPH melakukan upaya pencegahan supaya virus itu tidak menulari hewan lainnya yang masih sehat. Kepala UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Solo, Sumarno, mengatakan semua babi yang kena ASF itu berasal dari kandang di Karanganyar.

Selasa, 3 November 2020
Tata
Pusat Epidemi

Sejak dulu, banyak epidemi berasal dari China dan menimbulkan stigma buruk bagi negara itu. Dua pandemi flu pada abad ke-20, yaitu flu Asia dan flu Hong Kong, berasal dari China dan meninggalkan jejak sekitar 3 juta kematian di seluruh dunia. Kemudian pada abad ke-21 muncul sindrom pernapasan akut parah (SARS), flu burung H5N1, dan sekarang Covid-19.

Sabtu, 31 Oktober 2020
peta-ntt
Ketika Ambisi Gubernur Terganjal Flu Babi

NTT – Pasti banyak warga belum mengetahui perihal ASF itu karena jarang diberitakan. Kehadiran pandemi Covid19, telah meredam berita tentang demam afrika alias African Swine Fever (ASF) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Padahal, antara Corona dan ASF memiliki kemiripan. Sama-sama belum ada obat dan vaksinnya. Juga sama-sama ganasnya, mematikan inangngnya. Bedanya, Corona senang menggerogoti manusia, sedangkan ASF selalu mencari ternak babi sebagai mangsanya.

Rabu, 21 Oktober 2020
asf
Di Nagekeo, 434 Ekor Babi Mati, Apakah ASF? Info

Kupang – Dinas Peternakan Nagekeo mencatat sejak bulan April hingga Oktober 2020, jumlah Babi yang mati berjumlah 434 ekor. Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Dinas Peternakan Nagekeo, drh. Fransiskus X.P.G. Bethana menyebutkan dari jumlah tersebut diatas diantaranya ada yang positif demam babi afrika atau African Swine Fever (ASF).

Minggu, 18 Oktober 2020
Kompas
Menjaga Hutan, Mencegah Pandemi

Berkurangnya lahan hutan akibat aktivitas manusia memicu munculnya penyakit menular zoonosis yang berisiko menjadi pandemi. Risiko tersebut muncul karena hilangnya habitat dan berubahnya sistem ekologi. Menjaga keberlangsungan hutan menjadi upaya untuk mencegah terjadinya pandemi di masa depan.

Kamis, 6 Agustus 2020
Kurban Kodrat
Pemeriksaan Hewan Kurban 1441 H untuk Penjaminan Keamanaan Konsumsi Masyarakat

Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) secara rutin turut berpartisipasi dalam pemeriksaan hewan kurban sebagai salah bentuk pengabdian masyarakat. Wabah Covid-19 tidak menjadi halangan petugas untuk membantu Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor dalam mengawasi pemotongan hewan di hari raya Idul Adha 1441 H. Petugas CIVAS tahun ini diwakili oleh Drh Kodrat Zulfikar Baskoro dan Nofita Nurbiyanti, SKH dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam melakukan tugasnya.

Minggu, 2 Agustus 2020
trenggiling kompas
Digagalkan, Penyelundupan 22 Kg Sisik Trenggiling di Pasaman Barat

Padang – Pengendali Ekosistem Hutan Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat dan Kepolisian Resor Pasaman Barat menggagalkan upaya penyelundupan 22 kilogram sisik trenggiling (Manis javanica) di Pasaman Barat. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi.

Kamis, 30 Juli 2020
Zoonosis
Penyakit Zoonosis dan Ancaman Pandemi Berikutnya

Dunia sangat rentan terhadap zoonosis. Munculnya penyakit zoonosis tidak terjadi secara tiba-tiba. Patogen penyebab penyakit mampu menyebar dan menginfeksi manusia apabila batasan alaminya terganggu atau rusak.

Rabu, 29 Juli 2020
pemilihan hewan kurban2
Seluruh Pedagang Hewan Kurban di Batang Wajib Miliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan

Batang, Jateng – Sejumlah pedagang hewan kurban di Kabupaten Batang telah menyiapkan dagangannya untuk hari raya Idul Adha tahun ini. Seluruh pedagang diwajibkan untuk mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Surat tersebut menjadi bukti bahwa kesehatan hewan ternak yang diperjualbelikan telah diperiksa oleh Tim Kesehatan Hewan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Batang.

Senin, 20 Juli 2020
Peta NTB-2017-BPBD Prov NTB
Selangkah Lagi NTB Akan Swasembada Telur

Populasi ayam ras petelur di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Prospek bisnisnya pun luar biasa. Masyarakat di NTB Khususnya, dalam sebulan saja, membutuhkan jutaan telur yang harus disuplai dari Bali dan Jawa.

Senin, 20 Juli 2020
Babi-Anak-Konfrontasi
24.822 Ternak Babi di NTT Mati akibat Virus ASF

Kupang – Sebanyak 24.822 ternak babi milik warga di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT), mati akibat terkena virus flu babi Afrika (ASF). Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Peternakan NTT, Artati Loasana, mengatakan, puluhan ribu ternak babi yang mati itu tersebar di 11 kabupaten dan satu kota, serta sebuah instalasi peternakan di Tarus, Kabupaten Kupang.

Minggu, 19 Juli 2020
administrasi-kota-palembang-a1
878 Babi di Palembang Terserang ASF, Dokter Sebut Masih Layak Konsumsi

Pelembang – Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PHDI) Sumatera Selatan memastikan bahwa 878 ekor babi yang mati di Palembang, positif terkena demam babi afrika atau African swine fever (ASF). Hal tersebut diketahui setelah PHDI Sumsel melakukan uji sampel di Balai Veteriner Lampung.

Selasa, 14 Juli 2020