Vets for a Better Life
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Sunday, 12 July 2020
elephant-114543_960_720

Ratusan gajah frika Mati Mendadak, Ahli Konsevasi Indonesia Ingatkan Soal Virus Herpes

Kematian 370 gajah di Afrika secara misterius menjadi fenomena yang menarik perhatian banyak orang di dunia. Sebab, hingga saat ini ratusan gajah yang mati secara tiba tiba itu belum diketahui penyebabnya. Gajah adalah spesies yang dilindungi, tak terkecuali gajah-gajah di Indonesia yang saat ini juga tengah menghadapi ancaman serius dari kepunahan.

Jumat, 10 Juli 2020
asf
Ratusan Babi di Sikka, NTT, Mati Mendadak Diserang Flu Babi Afrika

Sikka, NTT – Ratusan ekor babi di Kabupaten Sikka, NTT, mati diserang flu babi Afrika atau African Swine Fever (ASF). Petugas kehewanan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Elvrida Carvalo, menjelaskan, dari Januari hingga Juni, tercatat 266 babi di daerah itu mati terserang virus ASF. Elvrida mengatakan, ratusan babi mati karena terserang virus tersebut baru ada di Flores, Sikka khususnya.

Jumat, 3 Juli 2020
asf
878 Babi Mati Mendadak di Palembang, Diduga Terkena Virus Afrika

Palembang – Sebanyak 878 ekor babi yang berada di peternakan Palembang, Sumatera Selatan dilaporkan mati mendadak sejak dua bulan terakhir. Kematian ratusan babi tersebut lantaran diduga terkena virus flu babi afrika atau African Swine Fever (ASF).

Jumat, 3 Juli 2020
Menjaga Keamanan Pangan Asal Unggas_civas
Menjaga Keamanan Pangan Asal Unggas

Produk pangan asal hewan, salah satunya produk unggas merupakan produk yang mudah rusak. Pada daging, kerusakan tersebut disebabkan oleh adanya enzim yang mendukung proses autolisis serta daging merupakan media terbaik dari mikroorganisme tertentu untuk berkembang. Produk asal hewan juga memiliki potensi untuk membahayakan manusia jika dihasilkan dari hewan yang sakit atau disebut dengan foodborne zoonosis. Cemaran lain yang turut mengancam keamanan pangan produk unggas yaitu cemaran kimiawi. Cemaran ini dapat disebabkan oleh pengaplikasiannya pada saat budidaya atau setelah produk asal unggas tersebut diproses lebih lanjut.

Selasa, 16 Juni 2020
Babi-HogCholera
6.998 Ekor Babi di Pulau Timor, NTT, Mati Diserang Virus ASF

NTT – Sebanyak 6.998 ekor babi milik masyarakat di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT), mati diserang virus African Swine Fever (ASF) atau flu babi Afrika. “Virus ASF memang masih menyerang ternak babi milik warga terutama Pulau Timor. Kami mencatat hingga kini kasus kematian mencapai 6.998 ekor,” kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT Dani Suhadi kepada wartawan di Kupang, dikutip dari Antara, Selasa (28/4).

Rabu, 29 April 2020
Inang Alamiah Virus Corona-Tata-200220
Inang Alamiah Virus Corona

Kemunculan penyakit yang telah diberi nama “COVID-2019” (WHO, 2020) di China, sesungguhnya tidak terlepas dari peristiwa awal dimana virus melompat dari hewan ke manusia. Peristiwa yang membuktikan pentingnya untuk dipahami konsep dasar epidemiologi tentang keterkaitan antara agen penyakit, inang dan lingkungan.

Jumat, 20 Maret 2020
Waspada Antraks Kesmavet
Daging Tercemar Kuman, Layak atau Tidak

Sejak ramai diberitakan adanya kematian massal babi akibat demam babi afrika (African Swine Fever/ASF), sebagian masyarakat menjadi khawatir mengonsumsi daging babi. Bahkan, ada pemerintah daerah yang mengimbau warganya untuk tidak mengonsumsi olahan daging babi.

Selasa, 25 Februari 2020
Personel Babinsa TNI mengangkat bangkai babi dari aliran Sungai Bederah, untuk dikubur, di Kelurahan Terjun, Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/11/2019).
Kematian Massal Ternak Masih Terjadi

Medan – Enam bulan didera wabah demam babi afrika (african swine fever/ASF), termasuk diwarnai demo besar di Sumatera Utara pada pertengahan Februari, para peternak babi di Sumatera Utara belum juga menemukan solusi. Wabah terus menyebar dengan jumlah kematian ternak dilaporkan 47.143 ekor di 22 kabupaten/kota, belum termasuk wabah di Bali dan diduga NTT yang membuat 2.000-an babi mati.

Selasa, 25 Februari 2020
201811082018-11-08-ASF
Diserang Virus ASF, Ratusan Ekor Babi di NTT Mati

Kupang, NTT – Ratusan ekor ternak babi milik warga di sejumlah kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) mati akibat diserang Virus Demam Babi Afrika (African Swine Fever Virus/ASF) beberapa pekan terakhir.

Saking banyaknya, Asisten II Setda NTT Semuel Rebo mengatakan menduga ternak babi yang mati akibat serangan virus tersebut kemungkinan telah mencapai ribuan ekor. “Ternak babi yang mati saat ini mencapai ratusan ekor, itu yang dilaporkan pemiliknya. Ada banyak yang tidak melaporkan,” ujarnya (23/2).

Minggu, 23 Februari 2020
babi
Seribuan Babi Mati di NTT

Kupang – Sebanyak 1.076 ternak babi milik masyarakat dilaporkan mati sejak akhir Januari 2020 sampai Jumat (21/2). Kematian mendadak ini tersebar di Kabupaten Belu, Timor Tengah Utara, Kabupaten Kupang, dan Kota Kupang yang berada di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur.

Sabtu, 22 Februari 2020
201811082018-11-08-ASF
Ribuan Babi Ternak Mati di Empat Kabupaten/Kota di NTT

Kupang – Sebanyak 1.076 ternak babi warga dilaporkan mati di Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak akhir Januari 2020 hingga hari ini. Kematian mendadak itu tersebar di Kabupaten Belu, Timor Tengah Utara, Kabupaten Kupang, dan Kota Kupang. Sampel darah dan organ babi mati telah dikirim ke Medan, Sumatera Utara.

Jumat, 21 Februari 2020
Babi-HogCholera
Ratusan Babi Mati Positif ASF

Denpasar – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ir Ida Bagus Wisnuardhana MSi, menjelaskan bahwa sebanyak 808 ekor babi mati dinyatakan terkena flu babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

“Kami perkirakan virus ini menjangkiti babi pada peternakan yang memberikan makanan sisa hotel dan restoran. Ya sampah hotel yang tidak dimasak. Kita duga dari sanalah penularannya. Kami sudah cek itu dan identifikasi di Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan,” ujar Wisnuardhana (5/2). Dia menjelaskan bahwa pengambilan sampel ini diambil dari jumlah babi yang mati sekitar 5-10 persen. Sampelnya berupa darah, daging, dan feses (kotoran) yang diambil oleh Balai Besar Veteriner Denpasar.

Kamis, 6 Februari 2020