Vets for a Better Life
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Monday, 30 November 2020
Babi-Anak-Konfrontasi

10 Ekor Babi Di RPH Solo Kena Virus African Swine Fever, Asalnya Dari Karanganyar

Selasa, 3 November 2020

Solo — Petugas Rumah Potong Hewan (RPH) Solo mendapati sedikitnya 10 ekor babi yang terkonfirmasi positif virus African Swine Fever atau ASF sejak akhir Agustus 2020.

RPH melakukan upaya pencegahan supaya virus itu tidak menulari hewan lainnya yang masih sehat. Kepala UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Solo, Sumarno, mengatakan semua babi yang kena ASF itu berasal dari kandang di Karanganyar.

“Awalnya ada babi sampai kandang penampungan dan sehari setelahnya mati. Kami bersama Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta mengambil sampel darah dan swab lendir hidung dan hasilnya positif [ASF]. Babi langsung kami bakar [musnahkan],” katanya kepada Solopos.com yang menemui di kantornya, Senin (2/11).

Sumarno menjelaskan RPH Kota Solo menerapkan protokol ketat untuk mengantisipasi penularan virus pada hewan seperti African Swine Fever pada babi.

Langkah itu antara lain penyemprotan disinfektan setiap hari, pengecekan kondisi fisik babi sebelum masuk RPH. Juga tidak menampung hewan dalam kandang penampungan lebih dari semalam.

“Dulu RPH menerima kiriman stok babi dari pemasok untuk dua hari sampai tiga hari. Stok dua sampai tiga hari untuk efisiensi biaya transportasi oleh pemasok. Babi dimasukkan kandang penampungan RPH supaya tidak stres,” paparnya.

Sumarno menjelaskan kapasitas kandang penampungan RPH Kota Solo sekitar 90 ekor dan rata-rata pemotongan babi 11 ekor-12 ekor per hari. Pemotongan mulai pukul 03.00 WIB.

 

Cek Kondisi Fisik

Setelah temuan babi terkonfirmasi positif African Swine Fever, babi yang datang ke RPH Solo langsung menjalani proses pemotongan. Jumlah babi yang dipotong menjadi hanya sembilan ekor per hari akhir-akhir ini.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemasok/belantik babi. Banyak pemasok babi dari Solo tapi kandangnya luar Solo. Lokasi paling banyak Karanganyar. RPH ini melayani kiriman hewan dari Soloraya,” ujarnya.

Ia mengimbau pemasok babi untuk mengecek kondisi fisik babi sebelum dikirim ke RPH Solo. Para peternak juga diminta melakukan bio securiti ketat termasuk tidak memberikan pakan dari sisa makanan yang berisiko menjadi media penularan virus.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Solo, Aryo Widyandoko, menjelaskan Kota Solo tidak memiliki industri peternakan babi. Ia meminta pemasok babi ke Kota Solo melakukan tindakan sesuai prosedur bila menemukan babi yang memiliki gejala terpapar African Swine Fever.

“RPH melayani pemotongan dari luar kota. Mestinya peternakan luar Kota Solo sudah kena dulu. Penularan tidak ke manusia. Sangat cepat menular kepada hewan,” ungkapnya.

 

Sumber: Solopos

Tinggalkan Balasan

10 Ekor Babi Di RPH Solo Kena Virus African Swine Fever, Asalnya Dari Karanganyar

by Civas time to read: 1 min
0