Vets for a Better Life
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Friday, 22 January 2021
Babi-Anak-Konfrontasi

24.822 Ternak Babi di NTT Mati akibat Virus ASF

Minggu, 19 Juli 2020

Kupang - Sebanyak 24.822 ternak babi milik warga di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT), mati akibat terkena virus flu babi Afrika (ASF). Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Peternakan NTT, Artati Loasana, mengatakan, puluhan ribu ternak babi yang mati itu tersebar di 11 kabupaten dan satu kota, serta sebuah instalasi peternakan di Tarus, Kabupaten Kupang.

Menurut Artarti, ternak babi yang mati itu dihitung sejak Bulan Januari 2020 hingga Bulan Juni lalu. “Ternak babi yang mati itu kami hitung dari awal bulan Januari hingga Juni. Sedangkan untuk Bulan Juli ini kami masih tunggu laporan dari Dinas Peternakan sejumlah kabupaten,” ujar Artarti, (19/7) pagi.

Jumlah babi yang mati, paling banyak di Kabupaten Belu sebanyak 6.919 ekor, disusul Kabupaten Timor Tengah Selatan yakni 3.030 ekor, Kabupaten Kupang 2.797 ekor, Kabupaten Sumba Barat 2.679, Kabupaten Rote Ndao 2.327 ekor, Kabupaten Sumba Barat Daya 2.046 ekor. Selanjutnya, Kabupaten Timor Tengah Utara 1.496 ekor, Kabupaten Alor 1.186 ekor, Kabupaten Malaka 731 ekor, Instalasi Tarus di Kabupaten Kupang 541 ekor, Kabupaten Sabu Raijua 489 ekor, Kabupaten Sikka 332 ekor dan Kota Kupang 249 ekor.

Dia mengatakan, penyebaran virus AFS awalnya dari Pulau Timor, sejak Februari lalu. Sejumlah petugas terkait berusaha menghentikan penyebaran virus tersebut, tapi saat ini telah menyebar ke sejumlah pulau besar lainnya di NTT seperti Flores dan Sumba. Kini, pihaknya telah berupaya untuk mengatasi penyebaran virus tersebut dengan terus melakukan koordinasi dengan Dinas Peternakan di sejumlah kabupaten yang terdapat kasus ternak babi.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT Dani Suhadi mengatakan, sekitar 19.000 ternak babi di wilayah itu mati akibat penyakit flu babi Afrika (ASF). Jumlah itu tercatat sejak awal Februari sampai pertengahan Juni 2020.

Belasan ribu ternak yang mati itu tersebar di sejumlah kota atau kabupaten di NTT. Seperti Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, Sabu Raijua, Rote Ndao, Alor, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya. “Khusus untuk Kota dan Kabupaten di daratan Pulau Timor, penyebab matinya babi yakni akibat virus AFS, sedangkan wilayah lainnya, belum diketahui persis, tapi dilihat dari penampakan klinis dugaannya AFS,” kata Dani (17/6). (Sigiranus Marutho Bere | Ed: Robertus Belarminus)

 

Sumber: Kompas.com

Tinggalkan Balasan

24.822 Ternak Babi di NTT Mati akibat Virus ASF

by Civas time to read: 1 min
0