www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Monday, 17 June 2019
madura
Sumber:

Ribuan Hewan Ternak Terserang Penyakit

Sabtu, 29 Desember 2018

Bangkalan, Madura – Penyakit yang menyerang hewan juga menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya hewan ternak. Berdasar data di Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan, hewan ternak seperti ayam dan sapi yang terkena penyakit mencapai ribuan.

Koordinator Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) Dinas Perternakan (Disnak) Bangkalan Ali Makki menyampaikan, di Kota Salak untuk penyakit rabies, antraks, brucellosis, avian influenza, dan hog cholera (RABAH) tidak sepenuhnya ada. Hanya avian influenza yang terdeteksi.

“Brucellosis, Madura sudah dibebaskan. Ini penyakit menular strategis. Penyakit ini bisa menyebabkan keguguran pada kebuntingan hewan,” jelasnya (28/12).

Untuk penyakit avian influenza, setiap tahun masih menjadi atensi lembaganya. Sebab, penyakit yang dikenal dengan flu burung ini sudah endemis. Artinya, setiap musim potensi penyakit itu tetap ada.

“Rabies dan hog cholera tidak ada. Karena populasi anjing dan babi di sini tidak ada. Bisa jadi ada mungkin untuk hewan peliharaan,” kata Kasi Pencegahan, Pemberantasan Penyakit Hewan (P3H) Disnak Bangkalan itu.

Ali menjelaskan, di Bangkalan lebih banyak ditemukan penyakit umum. Antara lain, Bovine Ephemeral Fever (BEF) atau suatu penyakit viral pada sapi yang ditularkan oleh serangga. Penyakit ini terjadi hingga 1.676 kasus selama 2018. Kemudian Bovine Viral Diarrhea (BVD) atau penyakit viral pada sapi yang disebabkan oleh virus BVD sebanyak 13 kasus, cacar babi 8 kasus, cacingan 134 kasus, dan corpus luteum persisten 2 kasus.

Selain itu, terdapat hewan yang terjangkit distokia atau suatu gangguan dari suatu proses kelahiran atau partus sebanyak 58 kasus, Feline Viral Rhinotracheitis (FVR) 1 kasus, Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR) 25 kasus, serta kekurangan kalsium 19 kasus. Lalu, Malignant Catarrhal Fever (MCF) 84 kasus, mastitis 1 kasus, miasis 72 kasus, prolaps uteri 3 kasus, prolaps vagina 34 kasus, dan radang mata 2 kasus.

Penyakit umum lainnya yang terdeteksi mengidap sejumlah hewan di Bangkalan yakni scabies atau kudis 244 kasus, dan Septicaemia Epizootica (SE/ngorok adalah suatu penyakit infeksi) 2 kasus. Kemudian tetanus 12 kasus, timpani 13 kasus, serta Viral Arthritis 58 kasus. Dengan demikian, total ada 2.461 kasus.

Gangguan reproduksi juga menjadi perhatian lembaganya. Ribuan penyakit gangguan reproduksi terdeteksi menjangkit sejumlah hewan di Bangkalan. “Misalnya, kasus disuntik IB (insiminasi buatan, Red) tiga kali, tidak bunting, harus diperiksa dulu. Perlu di-treatment,” paparnya.

Beberapa penyakit gangguan reproduksi hewan di Bangkalan yakni Corpus Luteum Persisten 325 kasus, endometritis (radang selaput lendir rahim) 131 kasus, hipofungsi ovary 1.348 kasus, dan kawin berulang 1.036 kasus. Selain itu, pyometra 7 kasus, retensio secundinarum 2 kasus, silent heat 1.154 kasus, sistik folikuler 4 kasus, serta sistik ovari 93 kasus. Total 4.100 kasus ganggung reproduksi.

“Kalau sudah tidak bisa diobati, tukar dengan yang baru. Atau dijual untuk dipotong,” sarannya.

Ali menambahkan, setiap ada penyakit pada hewan bisa segera menghubungi petugas kesehatan hewan di setiap kecamatan sehingga bisa ditangani. ”Kami harap bisa menghubungi petugas kesehatan hewan setempat. Ada obatnya,” tukasnya. (Ed. Abdul Basri)

 

Sumber: RadarMadura.id

Satu Balasan ke “Ribuan Hewan Ternak Terserang Penyakit”

  1. inference mengatakan:

    Ԍreat blog! Is yоur tһeme custom made or did you download it from somewhere?
    A design like youгs with a few simple adjustements would rеally make my blog jump out.
    Please let me knoᴡ where yoս got your design. Many tһanks

Tinggalkan Balasan

Ribuan Hewan Ternak Terserang Penyakit

by Civas time to read: 2 min
1