www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Tuesday, 10 December 2019
Babi-Anak-Konfrontasi
Ilustrasi

African Swine Fever (ASF) Ancam Peternakan Babi

Rabu, 5 Desember 2018

Jakarta – Dilansir dalam laman The Western Producer, demam babi Afrika adalah ancaman besar bagi produksi babi di seluruh dunia dan terus menyebar di Cina dan Eropa, baru-baru ini menyerang Belgia dimana 4.000 babi akan disembelih dalam upaya untuk mengendalikannya. “Penyakit ini memiliki potensi untuk menghancurkan sektor babi,” kata Egan Brockhoff, konselor hewan Canadian Pork Council.

Tambahnya, ternyata lautan tidak cukup untuk mencegah penyakit itu menyerah Amerika Utara, karena manusia adalah vektor yang paling mungkin. “Seluruh cerita Eropa sekarang ini sangat didorong oleh orang dan bagian dari skenario itu adalah produk babi yang terkontaminasi,” kata Brockhoff.

Selama konferensi yang diselenggarakan oleh Alberta Pork, dia menekankan risikonya. “Ini adalah salah satu penyakit yang dapat dilaporkan dan kehadirannya di Kanada dapat menyebabkan penutupan perbatasan dan penghentian perdagangan babi, serta pemusnahan massal hewan,” tambahnya.

Tidak ada perawatan atau vaksin. Virus demam babi Afrika dalam daging tidak mudah dimusnahkan melalui perlakuan fisik seperti pengasapan, pengasinan atau pengeringan udara, yang semuanya merupakan pendekatan tradisional untuk pengawetan alami. Virus ini juga dapat bertahan hidup dalam kondisi basah, pembekuan, dan suhu rendah, serta pemasakan singkat (kurang matang sempurna).

Brockhoff mengatakan orang-orang tanpa sadar dapat membawa daging yang terinfeksi virus ke Kanada dan dari sana bisa masuk ke rantai makanan babi. Dari sekitar 14.300 tempat produksi babi di Kanada, sekitar 6.500 adalah peternakan babi kecil. Praktik pemberian sisa makanan untuk ternak babi relatif umum dilakukan. “Saya kira sangat sedikit orang Kanada yang sadar bahwa mereka tidak seharusnya memberi makan babi mereka dengan sampah. Mereka melihatnya sebagai peluang untuk mendaur ulang produk sisa makanan. Pada saat yang sama, mereka melupakan potensi risiko yang muncul pada pertanian jika ada produk babi yang tercemar,” ucapnya. (Nova)

 

Sumber: TROBOS Edisi 231 Desember 2018

Tinggalkan Balasan

African Swine Fever (ASF) Ancam Peternakan Babi

by Civas time to read: 1 min
0