Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Saturday, 20 October 2018
download

Waspada Virus Flu Burung

Selasa, 18 September 2018

Mukomuko, Bengkulu – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap ancaman virus flu burung yang menyerang unggas beberapa waktu terakhir ini. Ratusan ekor ayam milik warga mati mendadak sejak dua bulan yang lalu. Dari hasil pemeriksaan tim kesehatan Bidang Peternakan dan Balai Veteriner Lampung ada tiga kecamatan positif ditemukan kasus flu burung yang menyerang ternak ayam milik warga. Yakni Kecamatan Lubuk Pinang, XIV Koto dan Kota Mukomuko.

“Jumlah ayam yang ditemukan positif terkena flu burung di tiga kecamatan tersebut mencapai ratusan ekor. Pasalnya ayam yang terinfeksi virus bukan ayam potong atau ayam petelur. Tapi ayam yang dipelihara warga,” jelas Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Warsiman.

Flu burung yang tidak ditemukan pada ayam potong dan petelur ini dikarenakan pemilik peternakan tersebut melakukan vaksinasi pada unggasnya. Sehingga ayam yang sudah divaksin, kebal terhadap ancaman flu burung. “Sementara ayam yang dipelihara warga yang dibiarkan begitu saja tanpa diberikan vaksin, sehingga mudah terinfeksi virus flu burung,” ujar Warsiman.

Menurut Warisman, dugaan virus didapatkan melalui ayam petelur tertular flu burung dari salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Barat, yang sebelumnya pernah mewabah.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus flu burung yang menyerang ternak ayam warga, Distan melakukan berbagai upaya yakni penyemprotan kandang atau desinfeksi milik warga di daerah yang terdapat kasus flu burung. Selain penyemprotan, pihaknya juga memberi vaksinasi pada ayam yang belum mengindap virus. Juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat. “Kami juga memberi sosialisasi pada masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman flu burung. Hal ini dikarenakan penyebaran virus yang sangat cepat dan mematikan ternak secara massal. Selain itu virus flu burung mudah menular pada unggas yang lainnya,” demikian Warsiman.

 

Sumber: Rakyat Bengkulu dan INews