Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Wednesday, 12 December 2018
Anjing

Rabies Meningkat di Poso, 317 Orang Positif dan 3 Orang Meninggal

Selasa, 18 September 2018

Poso, Sulawesi Tengah - Dinas Kesehatan Kabupaten Poso, terus bekerja keras untuk memberantas penyebaran gigitan anjing rabies. Berdasarkan data, bulan Januari hingga Juli 2018, jumlah korban gigitan anjing sebanyak 380 orang dengan jumlah anjing positif rabies sebanyak 317 kasus dan jumlah korban meninggal sebanyak 3 orang.

Peningkatan jumlah kasus tersebut dinilai cukup tinggi jika dibandingkan data pada tahun 2017. Sepanjang 2017, jumlah korban gigitan anjing sekitar 400 orang dan satu orang diantaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Poso dr. Taufan Karwur mengatakan, wilayah Poso masuk dalam kategori peningkatan kasus korban gigitan anjing rabies. Menurutnya, selain terkendala pada mahalnya biaya pengobatan penyakit rabies, Dinas Kesehatan juga mengalami keterbatasan pasokan vaksin antirabies (VAR). Selama ini, vaksin dipasok dari Provinsi Sulawesi Tengah.

“Khusus untuk kabupaten Poso, kasus penderita gigitan anjing rabies cukup tinggi dan merupakan tertinggi di wilayah Sulteng,” ungkap Taufan.

Dia menjelaskan, selain terkendala biaya pencegahan, partisipasi pemilik anjing untuk menyerahkan anjingnya guna observasi rabies juga masih kurang. Dinas Kesehatan juga mengeluhkan tidak adanya sarana dan prasarana termasuk karantina khusus anjing rabies.

“Dari 13 kabupaten dan kota, Poso menduduki ranking satu sebagai pengguna vaksin antirabies (VAR) untuk korban gigitan anjing rabies. Artinya angka penderita Rabies di Poso cukup banyak,” tambah Taufan. Data dari Dinas Kesehatan kabupaten Poso menunjukkan, penyebaran gigitan anjing rabies tersebar di beberapa kecamatan dengan jumlah terbesar berada di Kecamatan Lage, Poso Pesisir, Pamona Bersaudara, dan Lore. (Mansur | Khairina)

 

Sumber: Kompas