Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Thursday, 21 June 2018
kerbau

Laporan Investigasi Kasus Antraks di Bolmong Selatan, Sulawesi Utara (16 Maret 2017)

Kamis, 1 Februari 2018

Berawal dari laporan kematian pada sapi secara mendadak di Desa Biniha, Kecamatan Helumo (yang merupakan pemekaran dari Kec. Bolaang) pada tanggal 16 Maret 2017 malam ke Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Sulawesi Utara. Disnak bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulut turun ke lapang untuk verifikasi penyakit sebagai kewaspadaan dini karena berpotensi KLB dari hewan ke manusia dan melakukan surveilans aktif.

Kematian sapi secara mendadak menghantui warga Biniha Kecamatan Helumo, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

“Tiga ekor sapi mati secara mendadak, berturut-turut selang lima hari,” kata Bupati Hi Herson Mayulu (H2M), Rabu (29/3/2017). Telah berkembang modus baru sapi yang mati secara tiba-tiba tidak diperiksa namun dijual untuk dikonsumsi. “Ada yang menjual bangkai sapi dengan harga murah, kemudian menjualnya ke tempat lain,” kata Bupati.

Hal ini sejalan dengan hasil verifikasi lapang Dinkes dan Distanak Prov.Sulut, yaitu:

  1. Sapi mati tanggal 5 dan 8 Maret 2017 masing-masing sebanyak 1 ekor di Desa Biniha, Kec. Helumo, Kab. Bolsel, kemudian dipotong dan dibawa ke Desa Mogoyungung Kec. Dumoga Timur Kab. Bolmong untuk dijual di Pasar Ibolian-Iman Dumoga dan habis terjual pada tanggal 9 Maret 2017.
  2. Sapi mati tanggal 14 Maret 2017 sebanyak 1 ekor sapi di Desa Biniha, Kec. Helumo, Kab. Bolsel, kemudian dikuburkan pada tanggal 15 Maret 2017 bersama-sama masyarakat.

Dinkes dan Distanak Provinsi dan Kabupaten Bolsel dan Bolmong melakukan penyuluhan ke para peternak dan masyarakat. Atas kejadian tersebut, Bupati mengimbau agar masyarakat berhati-hati dengan hewan peliharaannya, terutama ternak sapi. Mengingat virus antraks menjadi momok yang menakutkan bagi para peternak sapi. Karena harus merelakan sapi yang dipelihara bertahun-tahun, mati tanpa menghasilkan.

(Feliz Tendeken | Ed. Fit)

Sumber: Dinkes Sulut dan Tribunnews