www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Tuesday, 10 December 2019
165828_anjing

Rabies Masih Menghantui

Sabtu, 30 September 2017

Pekanbaru – Saat ini, penyakit rabies masih menghantui masyarakat. Penyakit ini menyebar dari binatang peliharaan, seperti kucing dan anjing.

Parahnya, rabies bisa berakibat fatal seperti kematian, 99 persen penyebaran rabies ditularkan oleh anjing (rabiesalliance.org).

Menurut catatan yang dilansir dari rabiesalliance.org, 59.000 orang meninggal dunia setiap tahun disebabkan oleh rabies. Rabies juga menjadi penyakit yang menyebar di lebih dari 150 negara di dunia.

Meski demikian, rabies bukanlah penyakit yang tidak bisa ditangani. Salah satu cara pencegahan rabies adalah dengan memberi vaksin rabies, baik kepada manusia maupun hewan peliharaan. Di Indonesia, untuk vaksinasi hewan dilakukan oleh Dinas Peternakan atau fungsi yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan setempat. Sedangkan pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) diberikan kepada korban gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Puskesmas yang menyediakan vaksin seperti di daerah yang positif atau terancam.

Dengan slogan “United against Rabies”, kampanye melawan rabies telah dimulai. Targetnya, pada tahun 2030, dunia bebas rabies (Zero by 30). Beberapa organisasi internasional bekerjasama untuk mewujudkan mimpi ini, antara lain World Helath Organization (WHO), Organisation for Animal Health (OIE), Food and Agriculture Organization (FAO), dan Global Alliance for Rabies Control (GARC).

Untuk Pekanbaru, terhitung hingga bulan September 2017, setidaknya sudah 6.001 hewan di Kota Pekanbaru telah divaksin rabies oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru. Hal ini dikatakan Herlandria, SPt, MSc selaku Kasi Keswan Kesmavet (Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner) Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru.

Ia menerangkan, dari 6.001 hewan di Kota Pekanbaru yang telah divaksin terdiri atas tiga jenis hewan, yakni kucing, anjing dan kera. ‘’6.001 hewan tersebut terdiri atas 3.886 kucing, 2.067 anjing, serta 48 monyet atau kera,’’ ujar Herlandria, Jumat (29/9).

Herlandria menjabarkan, vaksinasi terus dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru guna menekan angka kasus gigitan rabies di Kota Pekanbaru. Untuk tahun ini, setidaknya sudah ada dua kecamatan yang telah dilakukan vaksinasi, yaitu Kecamatan Rumbai dan Kecamatan Tenayan Raya.

‘’Secepatnya Kecamatan Rumbai Pesisir. Insya Allah Oktober ini. Vaksin kita lakukan secara door to door agar hasilnya maksimal. Beda kalau kita buat posko, kecil kemungkinan yang datang,’’ katanya.

Saat ini, jumlah gigitan kasus rabies di Kota Pekanbaru masih mencapai ratusan. Dari data terakhir yang dikeluarkan oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru, tercatat di Kota Pekanbaru telah mencapai 136 kasus.

Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru, menerangkan 136 kasus didominasi oleh gigitan hewan kucing, kemudian diikuti kasus gigitan anjing dan terakhir kasus gigitan kera. ‘’Kasus gigitan kucing ada 70 kasus, anjing 61 kasus, sementara kera ada 5 kasus,’’ terang Herlandria.

Herlandria menjelaskan dari 136 kasus gigitan hewan rabies di Kota Pekanbaru, terdapat 6 kasus positif hasil laboratorium, 15 kasus sampel lisis (tidak dapat diuji laboratorium), 83 kasus hewan hilang (hewan liar), dan 32 kasus bebas observasi atau dinyatakan sehat.

‘’Secara nasional target bebas rabies tahun 2020. Untuk Pekanbaru kasus gigitan rabies tahun ini mengalami penurunan terhitung hingga Agustus,’’ tuturnya. (mg3 | Ed: fie)

 

Sumber: Riau Potenza

Tinggalkan Balasan

Rabies Masih Menghantui

by Civas time to read: 2 min
0