Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Friday, 20 October 2017
Kalbar_paparan-kadis-pu-bappenas-28-nov-2011-6-728
Sumber: Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat (2011)

Darurat Rabies Diperpanjang, dari 537 Kasus 7 Meninggal Dunia

Minggu, 9 Juli 2017

Sanggau, Kalbar – Kasus rabies masih menghantui Kabupaten Sanggau. Sejak Januari 2017, tercatat sebanyak 537 kasus gigitan. Tujuh orang di antaranya meninggal.

“Kasus itu menyebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Sanggau. Sudah masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB), SK-nya juga sudah diperpanjang Pak Bupati sampai November 2017,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau, Sarimin Minggu (8/7).

Mengatasi persoalan tersebut, penanganan dibagi dua bagian, hulu dan hilir. Sarimin juga menyebutkan Dinkes mengatasi persoalan di hilir, yaitu manusianya. Sedangkan di hulunya, merupakan domain Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak).

“Kalau manusianya kita berikan vaksin. Sedangkan untuk anjingnya yang mengurus dari Dinas Perkebunan dan Peternakan. Untuk vaksin manusia masih tersedia, dan masih cukup. Kita menghimbau, siapapun yang terkena gigitan anjing, agar segera melapor sehingga bisa kita beri vaksin,” katanya.

Menurutnya keterlambatan melapor dapat berakibat pada keterlambatan penanganan, sehingga akan menjadi fatal. “Kebanyakan yang sampai meninggal itu karena tidak melapor,” tegas Sarimin. Saat ini, dia mengaku petugas Dinkes dan Disbunnak masih turun ke lapangan, mencegah semakin meluasnya kasus rabies. “Kita turun terus ini,” pungkasnya.

Karena itu, dihimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan ke Puskesmas terdekat, jika menemukan kasus atau gejala rabies. Para pemilik anjing juga dihimbau untuk memberikan vaksin rabies pada binatang peliharaannya itu.

Sebelumnya, dua hari lalu, dua warga Kecamatan Sekayam meninggal diduga akibat rabies. Camat Sekayam, Manggaranap Siahaan mengatakan, meski belum dipastikan apakah meninggal akibat rabies atau penyakit lain, yang pasti keduanya sempat digigit anjing. “Di Dusun Sotok, Desa Setogor, Kecamatan Sekayam. Katanya tiga minggu lalu terkena gigitan anjing, meninggalnya dua hari lalu,” ujar Manggaranap. “Sebelumnya juga pernah dilakukan vaksin terhadap anjing yang ada di desa tersebut. Sisa anjing liar sedikit lagi, namun sudah divaksin anti rabies,” ujarnya.

Camat Noyan, Miko menyampaikan, gigitan anjing rabies juga sempat terjadi di wilayah kerjanya Desa Noyan beberapa waktu lalu. “Empat orang terkena gigitan, namun semuanya bisa diselamatkan. Kejadianya 29 Mei 2017, sekarang tidak ada lagi sudah aman, pasca kejadian dilakukan vaksinasi anjing,” tegas Miko.

Terpisah, Anggota DPRD Sanggau, Leonardo Agustono Silalahi, MH,“Kita harap Pemkab Sanggau melalui instansi terkait segera turun ke Desa Setogor untuk memastikan, apakah terkena gigitan anjing rabies atau tidak,” ujar warga Kecamatan Sekayam itu.

Leo menambahkan, untuk daerah lain yang memang ada tanda-tanda terjadinya rabies, diharapkan melakukan vaksinasi anjing. “Kalau memang terkena gigitan anjing, segera vaksinasi,” ujarnya. Leo mengaku langsung menghubungi Kepala Desa (Kades) Setogor untuk memastikan kejadian tersebut. “Korbannya satu orang dewasa dan satu orang masih anak-anak. Kata Pak Kades akan ada tim yang turun ke sana untuk melakukan vaksinasi,” jelas Leo. (Kiram Akbar/fab/JPG)

 

Sumber: Jawapos