Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Friday, 20 October 2017
sapi

Terjangkit Virus Jembrana, Ratusan Sapi Mati di Mandau

Kamis, 6 April 2017

Bengkalis, Riau – Sejak Januari lalu, ratusan ekor sapi di Kecamatan Mandau mati. Kondisi itu diakibatkan oleh virus jembrana yang mulai menyebar dikalangan peternak milik warga. Sejumlah peternak sapi mengaku resah, karena jika tidak cepat diatasi, maka ratusan ekor sapi lain yang masih sehat terancam mati.

“Ya, dalam sebulan belakangan di tempat kami Desa Bathin Sobanga sudah lebih 100 ekor sapi yang mati. Terdiri dari 60 ekor sapi bantuan pemerintah serta 50 ekor lebih sapi swadaya masyarakat. Sebanyak 350 ekor sapi lainnya juga terancam. Kalau dirata-ratakan, setiap hari ada tiga sampai empat ekor sapi yang mati karena penyakit ini,” ujar pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Mandau, Sarju, Rabu (4/4).

Ia menyebutkan, dari laporan para peternak di Desa Harapan Baru, pada Selasa (3/4)  sudah ada 66 ekor sapi yang mati. Diakui Sarju, peternak saat ini dilanda perasaan khawatir. Pasalnya, vaksin untuk penyakit tersebut tidak dijual secara bebas. Meski sudah dilaporkan, bantuan vaksin dari pemerintah tak kunjung turun. Akibatnya sapi yang dikelola kelompok peternak terus berjatuhan. “Kalau kondisi ini berlanjut, upaya pemerintah untuk swasembada sapi bakal gagal,” tambah Sarju.

Keprihatinan serupa juga disampaikan mantan Ketua KTNA Mandau, Ir. Marbet. Menurutnya, hingga kini setidaknya sudah ada 300-an ekor sapi yang mati di Mandau akibat terserang virus jembrana. “Pemerintah melalui Dinas Pertanian harus cepat tanggap. Ini kondisi darurat. Harus ada tindakan tanggap darurat,” tegasnya.

Terpisah, Kepala UPTD Pertanian dan Peternakan Mandau, Eta Aneta pun membenarkan terjadinya jangkitan penyakit jembrana di Mandau. “Benar. Sejak Januari 2017 lalu sudah ratusan ekor sapi yang mati akibat terserang penyakit jembrana. Upaya vaksinasi sudah kita lakukan sejak tahun lalu. Namun vaksinnya kurang. Sudah diminta tambahan ke pihak provinsi,” katanya.

Ditambahkan Eta, penyakit mematikan ini bukan hanya terjadi di Mandau. Tapi juga di daerah lain, seperti Kampar, Rohul, dan Siak. Karena itu, dalam Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa dan kelurahan belum lama ini, dia menyarankan peternak tidak membeli bibit sapi dari luar daerah. “Jangan tergiur bibit murah. Satu ekor terjangkit jembrana, sapi satu kampung bisa mati karenanya,” pungkas Eta. (Ksm)

Sumber: Riau Pos