Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Friday, 20 October 2017
USEP USMAN NASRULLOH_Vaksin Rabies_Pikiran Rakyat 30Mar17
Sumber: UU. Nasrulloh (Pikiran Rakyat, 2017)

Polisi Buru Anjing Gila yang Menggigit Warga

Kamis, 30 Maret 2017

Sukabumi, Jawa Barat – Belasan petugas dari Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi melakukan serangkaian vaksinasi kepada puluhan ekor anjing yang tersebar di tiga kampung di Kecamatan Cikembar. Mereka mendatangi rumah warga dan meminta menyerahkan secara sukarela binatang peliharaannya untuk disuntik vaksin oleh petugas.

Vaksinasi yang dilakukan merupakan upaya untuk meminimalisir gigitan anjing gila terus bertambah.

Mereka dibagi dua kelompok dengan menyisir beberapa kampung untuk menemukan anjing milik warga. “Kami telah melakukan penyuntikan terhadap 20 ekor anjing milik warga. Kendati mereka ragu-ragu untuk menyerahkannnya. Tapi setelah dilakukan langkah persuasif, pada akhirnya berhasil menyuntik anjing milik warga secara sukarela,” kata Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Peternakan Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi, Winda Sri Rahayu, Kamis, 30 Maret 2017.

Winda Sri Rahayu mengatakan kesehatan seluruh korban kini berangsur-angsur membaik. Korban yang tersebar di Kampung Cirumput, dan Kampung Babakan di Kecamatan Kertaraharja serta Kampung Parakan Lima di Desa Parakan Lima, kini diperkenankan kembali kerumah masing-masing setelah tim medis melakukan pengobatan.

“Tim medis terus memantau untuk mengantisipasi penyebaran rabies kepada tubuh warga. Apalagi bila tidak ditangani dengan benar maka korban gigitan anjing akan berakhir dengan kematian,” katanya.

Winda menyebutkan, kasus rabies tahun ini sudah terjadi untuk kedua kalinya. “Gigitan anjing gila terjadi pertengahan Februari lalu dengan korban mencapai lima orang warga. Korban yang tersebar di beberapa kampung Desa Cikembar positif rabies pasca luka gigitan anjing milik warga,” katanya.

Sementara itu, personel Markas kepolisian Sektir (Mapolsek) Cikembar masih terus melakukan pencarian anjing gila yang diduga mengigit warga. Dibantu warga, polisi terus melakukan penyisiran di beberapa lokasi yang dicurigai anjing gila tersebut bersembunyi.

“Hanya saja, anjing gila yang mengigit warga masih belum bisa ditangkap. Kami khawatir anjing tersebut menularkan rabies kepada anjing milik warga lainnya. Apalagi potensi penularan sangat rentan terjadi,” kata Winda.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Cikembar, Joko Supono mengatakan pihaknya menyisir sejumlah tempat yang dicurigai anjing tersebut bersembunyi.

Diduga pasca menggigit warga, anjing gila tersebut lari ke sekitar kebun yang berada jauh dari pemukiman warga. Hingga kini, polisi dibantu warga masih belum berhasil mengamankan anjing tersebut. Polisi memastikan anjing yang menggigit korban masih berada disekitar pemukiman warga yang tersebar di tiga kampung

“Kami masih melakukan serangkaian pemburuan anjing yang diduga menggigit delapan warga. Kendati telah melakukan penyisiran di tempat anjing gila tersebut bersembunyi, tapi masih belum berhasil menagkapnya. Mungkin anjing tersebut kabur dan masih bersembunyi di sekitar perkampungan”, kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Cikembar, Joko Supono. (Ahmad Rayadie)

 

Sumber: Pikiran Rakyat