Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Wednesday, 23 August 2017
IMG_9974
Sumber: CIVAS (2017)

Diskusi 2: “Peran Pemerintah dalam Pengawasan Penggunaan Antibiotik pada Sektor Peternakan dan Perikanan di Indonesia”

Selasa, 21 Maret 2017

Terkait dengan Studi Dokumentasi dan Karakterisasi Penggunaan Antimikroba pada Ternak di Sektor Peternakan, dan Uji Media Komunikasi dan Advokasi yang merupakan kerjasama dengan Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) Indonesia, Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) menyelenggarakan Diskusi ke-2 yang berjudul “Peran Pemerintah dalam Pengawasan Penggunaan Antibiotik pada Sektor Peternakan dan Perikanan di Indonesia”. Diskusi ini diselenggarakan pada hari Selasa, 21 Maret 2017 mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB di IPB Science Techno Park Taman Kencana Bogor.

Pada Diskusi ke-2 ini turut menghadirkan 4 narasumber yang berasal dari beberapa instansi, yaitu diantaranya:

  1. Drh. Tri Satya Putri Naipospos, MPhil, PhD, Ketua Badan Pengurus CIVAS dengan presentasi pengantar studi dengan judul “Dokumentasi dan Karakterisasi Penggunaan Antimikroba Pada Ternak di Sektor Peternakan dan Uji Material Komunikasi dan Advokasi”.
  2. Drh. Imron Suandy, MVPH, perwakilan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian dengan presentasinya yang berjudul “Penjaminan Keamanan Produk Hewan”.
  3. Dr. Agus Susanto, perwakilan Direktorat Pakan Ternak, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian dengan presentasinya yang berjudul “Peran Pemerintah dalam Pengawasan Antibiotika pada Pakan”.
  4. Ir. Asmaniah, perwakilan Direktorat Pakan dan Obat Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dengan presentasinya yang berjudul “Kebijakan Penggunaan dan Pengawasan Antibiotik terhadap Keamanan Produk Ikan”.

Pada diskusi ini turut dihadiri oleh perwakilan-perwakilan dari Direktorat Kawasan dan Kesehatan Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan FAO Indonesia.