Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Friday, 20 October 2017
IMG_20170415_103755
Sumber: CIVAS (2017)

Kajian Literatur mengenai Kendala Kesehatan Sapi Perah di Indonesia: Zoonosis dan Penyakit Lainnya yang Disebabkan Perubahan Iklim

Rabu, 1 Maret 2017

Oleh: Erianto Nugroho

Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) bekerjasama dengan International Livestock Research Institute (ILRI) dan Koperasi Peternakan Susu Bandung Utara (KPSBU) Lembang melakukan studi “Kajian Literatur mengenai Kendala Kesehatan Sapi Perah di Indonesia: Zoonosis dan Penyakit Lainnya yang disebabkan Perubahan Iklim”. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan gambaran mengenai  kendala-kendala pada peternakan sapi perah seperti penyakit, produksi yang berhubungan dengan iklim serta cara penanggulangannya.

Kajian literatur dilakukan terhadap hasil studi yang dilakukan di Indonesia selama 10 tahun terakhir di dalam maupun luar negeri. Data sekunder mengenai kejadian penyakit pada sapi perah di KPSBU Lembang dan 6 provinsi di Pulau Jawa juga dikumpulkan untuk melengkapi kajian literatur ini. Dilakukan juga wawancara terhadap beberapa ahli di bidang penyakit dan manajemen sapi perah yaitu Prof. Dr. Drh. Mirnawati Sudarwanto dan Drh. M. Pammusureng.

Kegiatan survei data dasar (baseline survey) dilakukan di KPSBU Lembang yang diawali dengan memberikan pelatihan uji untuk deteksi mastistis subkilinis, yaitu California Mastitis Test (CMT) dan pengisian kuesioner untuk pengumpulan informasi terkait manajemen dan kesehatan ternak. Pelatihan dilaksanakan selama 4 hari dengan peserta 7 orang enumerator. Pelatihan tersebut utamanya diberikan adalah Fred Unger dan Max Barrot dari ILRI serta Drh. Erianto Nugroho dari CIVAS. Dalam pelatihan, uji coba lapangan juga dilakukan langsung ke peternakan sapi perah yang merupakan anggota dari KPSBU Lembang. Setelah pelatihan, ke-7 orang enumerator melakukan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner terhadap 300 peternak sapi perah dan pengujian CMT terhadap 672 ekor sapi selama 20 hari. Kegiatan ini disupervisi oleh CIVAS setiap minggunya.

Hasil studi dipresentasikan secara terpisah di depan pihak KPSBU Lembang dan Wageningen University and Research (WUR) pada tanggal 9 Februari 2017 di kantor KPSBU Lembang dan pada tanggal 13 Februari 2017 di Holiday Inn Hotel Bandung. Pihak KPSBU sangat antusias terhadap hasil yang dipaparkan dan menerima berbagai masukan yang diberikan selama diskusi berlangsung. Mereka mengharapkan dapat terus dilakukan kajian atau studi lanjutan untuk memperbaiki sistem kesehatan pada sapi perah.

Selain melakukan studi tersebut, ILRI dan CIVAS juga memperkenalkan dan memperagakan test kit metode uji cepat untuk mendeteksi Brucellosis kepada pihak KPSBU Lembang. Uji ini dapat dilakukan langsung di lapangan menggunakan 10µl sampel susu, darah atau serum dan hasilnya dapat diperoleh dalam waktu 25 menit. Uji ini dapat digunakan untuk mendeteksi Brucella dalam skala yang besar (screening test) dengan biaya yang relatif murah.