www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Sunday, 18 August 2019
Cianjur

Korban Gigitan Rabies di Cianjur Tinggi

Selasa, 31 Januari 2017

Cianjur – Tingkat gigitan oleh hewan yang terjangkit penyakit rabies di Kabupaten Cianjur cukup tinggi. Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, setidaknya ada lebih dari 40 kasus gigitan oleh hewan yang terjangkit rabies setiap tahunnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Agus Haris mengatakan, pihaknya siaga dengan menyiapkan sejumlah vaksin agar virus rabies tersebut tidak berdampak lebih jauh, seperti sampai merenggut korban jiwa. “Memang tinggi, tapi tidak samua hewan atau manusia yang tergigit harus mendapatkan vaksinasi. Karena penggunaannya harus teliti supaya tepat sasaran,” kata dia.

Menurutnya, observasi dilakukan terlebih dahulu terhadap hewan yang diduga terjangkit sebelum vaksin diberikan pada manusia. Ia menjelaskan, observasi itu dilakukan selama 10-14 hari. Dan akan menjadi pertimbangan pemberian vaksin pada manusia yang menjadi korban gigitan. “Kalau dalam jangka waktu observasi hewan penggigit tidak mati, artinya keduanya negatif rabies. Jadi, manusia yang digigit hanya butuh antibiotik atau antiseptik saja,” jelasnya.

Observasi tersebut, lanjut dia, sangat berguna mengingat kasus gigitan memang seringkali melibatkan hewan liar. Dia menambahkan, kemungkinan belum seluruh kera atau anjing mendapatkan vaksin dari dinas terkait.

Namun, kata dia, sejauh ini Cianjur dinilai aman dari rabies setelah kasus terbesar terjadi pada tahun 2003 lalu. Sebanyak 103 warga di Cidaun mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) karena satu orang positif meninggal dunia karena rabies. “Saat ini, meskipun kasus gigitan banyak setiap tahunnya, dipastikan seluruhnya negatif rabies,” ucap Agus.

Dinkes pun mengharapkan adanya gerakan cepat dari dinas terkait untuk terus menyisir wilayah perkembangan hewan liar cukup marak. “Wilayah selatan Cianjur menjadi sebaran yang perlu diwaspadai sampai saat ini,” tuturnya.

Sementara itu, data dari Dinas Kelautan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Cianjur menyebutkan selama 2015 dan 2016 tingkat gigitan kepada manusia masih cukup tinggi, bahkan sempat menimbulkan kematian. Berdasarkan data dinas, dalam tiga tahun terakhir tercatat sebanyak 2.671 ekor hewan terjangkit rabies.

“Tingkat gigitan masih tinggi. Padahal, 2018 mendatang Jawa Barat ditargetkan untuk bebas rabies. Makanya, kami tingkatkan upaya pemusnahan,” kata Kepala Seksi Bina Kesehatan dan Masyarakat Veteriner Dinas Kelautan, Peternakan dan Perikanan, Agung Rianto.

Jika pemusnahan tidak dilakukan, bahaya gigitan hewan terjangkit rabies dapat mengancam keselamatan warga. Apalagi, pada 2015 lalu terdapat 13 orang yang digigit hewan penular rabies dan menyebabkan tiga orang dintaranya meninggal dunia. Jumlah warga yang digigit pun meningkat pada 2016, sebanyak 20 orang tergigit, tapi tidak menelan korban jiwa.

Menurutnya penanganan rabies pun dilakukan dengan sejumlah cara. Vaksinasi dan eliminasi atau meracun hewan penular rabies adalah cara yang digunakan dalam upaya penanganan rabies. (bay/tts)

 

Sumber: Cianjur Ekspres

Tinggalkan Balasan

Korban Gigitan Rabies di Cianjur Tinggi

by Civas time to read: 2 min
0