Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Wednesday, 23 August 2017
IMG_9858_edit
Sumber: CIVAS (2017)

Diskusi 1: “Peran Pemerintah dan Asosiasi dalam Penyediaan dan Pengawasan Penggunaan Antibiotik pada Sektor Peternakan di Indonesia”

Selasa, 17 Januari 2017

Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) pada hari Selasa, 17 Januari 2017 menyelenggarakan kegiatan Diskusi “Peran Pemerintah dan Asosiasi dalam Penyediaan dan Pengawasan Penggunaan Antibiotik pada Sektor Peternakan di Indonesia” yang berlokasi di IPB Science Techno Park Taman Kencana Bogor. Kegiatan ini merupakan bagian dari Studi Dokumentasi dan Karakterisasi Penggunaan Antimikroba pada Ternak di Sektor Peternakan, dan Uji Media Komunikasi dan Advokasi yang merupakan kerjasama dengan Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) Indonesia.

Pada Diskusi ini turut menghadirkan 4 narasumber yang berasal dari beberapa instansi, yaitu diantaranya:

  1. Drh. Tri Satya Putri Naipospos, MPhil, PhD, Ketua Badan Pengurus CIVAS dengan presentasi pengantar studi dengan judul “Dokumentasi dan Karakterisasi Penggunaan Antimikroba Pada Ternak di Sektor Peternakan dan Uji Material Komunikasi dan Advokasi”.
  2. Drh. Makmun, M.Sc, perwakilan Direktorat Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian dengan presentasinya yang berjudul “Regulasi dan Peran Pemerintah dalam Mengatur dan Mengawasi Importasi, Produksi, Distribusi, dan Penggunaan Antibiotik”.
  3. Drh. Andi Wijanarko, perwakilan Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) dengan presentasinya yang berjudul “Peran ASOHI dalam Pelaksanaan Importasi, Produksi, dan Distribusi Antibiotik di Sektor Peternakan dan Kesehatan Hewan di Indonesia”.
  4. Drh. Askam, perwakilan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) dengan presentasinya yang berjudul “Penggunaan Antibiotik Pemacu Pertumbuhan (AGP) dalam Produksi Pakan ternak di Indonesia”.

Pada diskusi yang dilaksanakan dari jam 09.00-16.00 WIB ini, turut dihadiri oleh perwakilan-perwakilan dari Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian dan FAO Indonesia.