Vets for a Better Life
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Monday, 21 September 2020
Culling begins as Bird flu resurfaces at Tripura - India

Akhir Tahun, Flu Burung Serang Kapuas

Kamis, 29 Desember 2016

Kapuas - Ratusan itik jenis Albino milik Abdul Salam warga Desa Basarang KM 2,5 Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah mati secara mendadak. Hingga hari ini jumlah itik yang mati sudah lebih dari seratus ekor. Kematian itik ini sudah dikonfirmasi positif terserang flu burung.

Menurut Ramnah (27) istri Abdul Salam, kematian itik-itiknya dimulai sejak 19 Desember 2016. Dia dan suaminya pun sudah melaporkan kematian itik-itiknya kepada Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kapuas.

“Waktu hari pertama awalnya hanya tiga ekor itik kami yang mati, beberapa hari kemudian puluhan ekor lagi mati dan hingga kini dari sekitar 500 ekor itik sudah lebih dari 100 ekor yang mati. Adapun saat mulai melemah kemarin, sebanyak 100 ekor sempat kami  jual. Sedangkan bangkai itik yang mati kami buang ke sungai dan sebagian dikubur,” aku Ramnaj di rumahnya, Kamis (29/12/2016).

Saat ditanya apakah dirinya mengetahui bahwa bangkai itik tidak boleh dibuang sembarangan dan itik yang sudah terserang flu burung itu tidak boleh dijual untuk dikonsumsi, Ramnah mengaku mereka tidak tahu karena tidak ada perintah larangan dari dinas peternakan.

“Beberapa waktu setelah kami melapor, baru petugas dinas datang. Mereka mengambil sampel dan dikatakan itik kami terserang flu burung. Kami hanya diberi obat untuk dicampur dalam tempat minum itik, tidak ada diberi peringatan atau larangan, makanya itik 100 ekor sempat kami jual, kami tidak tahu kalau itu tidak boleh dikonsumsi,” bebernya.

Terpisah Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Kapuas, Drh Rudjito membenarkan adanya ratusan itik ekor milik warga Desa Basarang yang mati akibat serangan flu burung.

“Setelah kami mendapatkan laporan petugas, kami langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan setelah melakukan tes menggunakan alat Rapidtest hasil sementara positif flu burung,” kata Rudjito.

“Tanggal 21 Desember kami ke sana mengambil sampel. Kalau hasil resmi belum ada, cuma kalau hasil yang kami tanya lewat telepon postif flu burung. Apabila hasil positif flu burung itu resmi kami terima dalam bentuk surat, maka kami segera atau hari ini juga akan melakukan pemusnahan itik yang masih tersisa hidup dengan cara dibakar. Kami juga akan melakukan penyemprotan agar virus tidak menyebar,” tandasnya. (Sym|Ulu)

 

Sumber: Okezone

Tinggalkan Balasan

Akhir Tahun, Flu Burung Serang Kapuas

by Civas time to read: 1 min
0