www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Thursday, 20 June 2019
rabies

Rabies Meningkat, Pertahun 36 Ribu Orang Digigit Anjing di Bali

Selasa, 27 Desember 2016

Denpasar – Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Gede Wira Sunetra menjelaskan, pulau Bali memiliki jumlah populasi anjing terbesar di dunia. Saat ini hampir ada 500 ribu ekor anjing di Bali.

“Kenapa populasi anjing terbesar didunia karena kalau dilihat dengan jumlah penduduk, luas wilayah, dengan jumlah anjing yang ada saat ini, maka Bali itu sudah over populasi anjing,” ujarnya, di Denpasar, Selasa (27/12/2016).

Dalam sehari rata-rata ada 100 kasus gigitan anjing, sehingga pertahun rata-rata ada 36 ribu kasus gigitan anjing di Bali. Sebenarnya dari jumlah tersebut, ada 85 persen anjing yang diliarkan oleh pemiliknya.

“Sebenarnya anjing itu punya pemilik, tetapi mereka sengaja meliarkan anjingnya, dibiarkan begitu saja, tidak terawat dengan baik, sehingga mudah tertular virus rabies,” ujarnya. Meski demikian, hanya 5 persen populasi yang benar-benar merupakan anjing liar dan itu pun sudah tertangani dengan baik dengan melakukan eliminasi.

Sementara hanya 10 persen anjing di Bali dari total populasi yang terpelihara dengan baik oleh pemiliknya, dirawat, diberi makan secara teratur dan sebagainya.

Itulah sebabnya, kasus rabies di Bali tidak pernah selesai dan malah makin tahun semakin meningkat. Upaya eliminasi hingga saat itu masih menimbulkan polemik yang berkepanjangan karena masih ditentang oleh beberapa pihak.

“Rabies itu tidak ada obatnya, tetapi hanya ada vaksin baik pada manusia maupun pada hewan,” tutupnya. (SIA-MB)

 

Sumber: Metro Bali

 

Tinggalkan Balasan

Rabies Meningkat, Pertahun 36 Ribu Orang Digigit Anjing di Bali

by Civas time to read: 1 min
0