www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Saturday, 17 August 2019
1

Antisipasi Flu Burung, Pemerintah Stop Impor Unggas dari 7 Negara

Jumat, 16 Desember 2016

Jakarta - Guna mewaspadai tersebarnya penyakit flu burung, Indonesia melarang sementara masuknya Day Old Chick (DOC) atau anak ayam berusia sehari, produk segar terutama daging beku, dan produk olahannya dari tujuh negara sejak November 2016. Instruksi tersebut dikeluarkan Kepala Badan Karantina Banun Harpini pada 30 November 2016 lalu kepada Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Karantina Pertanian (UPT KP).  Tujuh negara tersebut yakni Belanda, Jepang, India, Prancis, Finlandia, Rumania dan Swedia.

“Alasannya, menurut Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE), negara-negara tersebut sedang terserang flu burung,” ujar Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian Banun Harpini di Jakarta, Jumat (16/12/2016). Banun menambahkan, saat ini Belanda tengah memusnahkan 300 ribu ekor DOC untuk mengamankan hewan lainnya dari serangan virus flu burung. “DOC yang dilarang masuk adalah yang untuk indukan dan Grand Parent Stock (GPS). Indonesia tetap mengizinkan masuknya telur tetas dari tujuh negara tersebut,” jelasnya.

Banun menegaskan, walaupun tetap mengizinkan masuknya telur tetas, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Indonesia tetap menekankan kualitas kesehatan telur tersebut. Banun juga meminta agar semua proses pemasukan dan pengeluaran unggas di Indonesia dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian nomor 37 tahun 2014 tentang Tindakan Karantina Hewan.

“Kami percaya bahwa pengendaliantelur tetas di negara asalnya lebih ketat dan didatangkan dari farm yang betul betul bebas dan sudah berlapis-lapis pengamanannya di sana,” katanya. (Pramdia Arhando Julianto)

 

Sumber: Tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Antisipasi Flu Burung, Pemerintah Stop Impor Unggas dari 7 Negara

by Civas time to read: 1 min
0