www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Saturday, 17 August 2019
bebek
Sumber: http://www.wowkeren.com/

Flu Burung Serang Lamongan, Ratusan Bebek Mati

Senin, 31 Oktober 2016

Lamongan - Fahmi Sabila Anshori (40) peternak bebek, warga Desa Kembangbahu. Dari 800 ekor bebek yang dipelihara, 700 ekor di antaranya mati lantaran diduga terserang flu burung. Beberepa ekor bebek yang dibelinya di Pasar Unggas Sidoarjo yang kala itu dijadikan satu kandang dengan bebek lainnya. “Ratusan ekor bebek itu mati dalam kurun waktu sepekan ini,”kata Fahmi”.

Ia mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan apa yang terjadi, perihal matinya ratusan ekor bebek miliknya. Kejadiannya begitu cepat, termasuk dugaan penyakit flu burung yang menyerang. “Terkadang mati 25 ekor, bahkan bisa lebih banyak,”katanya”. Langkah kebersihan kandang, penyemprotan disinfektan sudah dilakukannya, tapi flu burung menyebar begitu cepat.

Fahmi telah melaporkan kejadian itu ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Sementara ratusan bebek yang mati itu dibakar dan dikubur hingga kedalaman tertentu untuk menghindari penyebarannya. Umur bebek yang mati itu rata-rata 50 hari. Jadi tergolong masih umur menjelang produksi.

Ada lagi sepuluh yang matanya berubah warna dan pagi tadi menyusul 3 ekor mati. Lantaran kejadian ini, Fahmi sering mendapati sindiran dari sebagian masyarakat, kalau ia menjadi penyebab menyebarnya penyakit flu burung.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Puji Hermawan dikonfirmasi wartawan, Senin (31/10/2016) membenarkan apa yang dialami Fahmi itu memang karena flu burung. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sudah melakukan langkah kongkrit melalui penyemprotan disinfektan.

Sumber: www.tribunnews.com

 

Tinggalkan Balasan

Flu Burung Serang Lamongan, Ratusan Bebek Mati

by Civas time to read: 1 min
0