www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Sunday, 21 July 2019
kerbau
Sumber: www.tribunnews.com

Penyakit Ngorok Mengancam Sumbawa Barat

Jumat, 23 September 2016

Taliwang  – Meski hampir 13 tahun lebih penyakit antraks sudah tidak lagi menjangkiti ternak sapi dan kerbau, tetapi penyakit Septicaemia Epizootica (SE) atau yang sering dikenal sebagai penyakit ngorok justru menyebar di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pasalnya, pada tahun 2014 lalu, penyakit tersebut menyerang sedikitnya 19 ekor ternak di Kecamatan Brang Rea dan 3 ekor ternak di Kecamatan Taliwang pada tahun 2015 lalu.

“Ya, dua tahun terakhir ini memang terjadi penyebaran serangan penyakit mematikan itu di KSB. Tetapi tidak sampai meluas karena langsung diberikan obat atau vaksin”, ungkap Kepala Bidang Peternakan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP), Kusmirin SSt.” Rabu (21/9) kemarin.

Ia menjelaskan, penyakit Septicaemia Epizootica merupakan salah satu penyakit berbahaya dan sangat fatal bagi ternak sapi dan kerbau jika lamban ditangani. Sebab, bisa menyebabkan ternak mati dalam hitungan hari bahkan bisa mati mendadak jika sudah akut di dalam tubuhnya. Penyakit ini kerap menyerang sapi dan kerbau yang masih berumur 6-24 bulan ditengah kondisi fisik ternak yang lelah.

“Untuk mengantisipasi penularan penyakit tersebut, kita telah melakukan vaksinasi secara bersamaan saat melakukan registrasi pada ternak. Vaksin tersebut diberikan untuk dapat meningkatkan kekebalan tubuh ternak agar terhindar dari serangan penyakit mematikan itu,” timpalnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa tanda pada ternak ketika terjangkit penyakit tersebut. Mulai dari suhu tubuh meningkat, nafas sesak hingga terdengar seperti ngorok, keluar cairan dari hidung seperti ingus dan berbuih, lesu hingga lebih banyak berdiam diri dan sering berbaring.

“jika sudah terjadi tanda-tanda tersebut artinya penyakit sudah menyerang pada ternak. Jika lamban ditangani, dapat menyebabkan kematian mendadak,”imbuhnya.

Penyakit SE ini, tambah Kusmirin, dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi peternak, jika tidak ditanggulangi secara seksama. Penyakit SE biasanya berjalan cepat dan menimbulkan angka kematian yang tinggi terutama pada ternak yang telah menunjukkan gejala klinis jelas.

“Kami harap masyarakat untuk sering melakukan kontrol pada hewan ternaknya. Jika ada tanda-tanda serangan penyakit seperti itu, segera laporkan kepada petugas,”harapnya.

Penyakit SE merupakan salah satu penyakit yang bisa dikategorikan berbahaya. Penularan dari penyakit ini begitu mudah. Misalnya, ketika salah satu hewan ternak sudah mengidap penyakit tersebut, lantas hewan ternak lain memakan rerumputan yang sudah terkontaminasi dengan ingus dari ternak sakit, maka lambat laun kondisi tubuhnya akan berubah karena bakteri itu bekerja sangat cepat.

“Untuk itu, perlu diatasi segera agar tidak menyebar,”tandasnya. (Kjon)

 

Sumber: Koran Sumbawa Barat

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Penyakit Ngorok Mengancam Sumbawa Barat

by Civas time to read: 2 min
0