Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Friday, 21 July 2017
Ultah 10

Ulang Tahun CIVAS ke-10: “Penguatan Peran Masyarakat dan Swasta sebagai Mitra Pemerintah Menuju Indonesia Bebas Rabies”

Sabtu, 27 Februari 2016

Rabies merupakan penyakit hewan menular yang bersifat fatal baik pada manusia maupun hewan, dapat menyebabkan beban sosial dan ekonomi yang besar, dan merupakan penyakit yang diabaikan serta kurang dilaporkan. Rabies terdapat di sekitar 150 negara di dunia, dan diperkirakan setiap tahunnya mengakibatkan 55 ribu korban meninggal dimana 31 ribu korban jiwa berasal dari kawasan Asia dan 24 ribu korban berasal dari Afrika. Di Indonesia, dalam 5 tahun terakhir telah muncul beberapa daerah yang baru terinfeksi yaitu Lebak, Banten (2008), Bali (2008), Pulau Nias (2010), Pulau Larat (2010), Pulau Dawera (2012) dan Kalimantan Barat (2015). Berdasarkan data Kemenkes RI tahun 2014, kasus rabies pada manusia tercatat sebanyak 206 kasus pada tahun 2010, 184 kasus pada tahun 2011, 137 kasus pada tahun 2012, dan 119 tahun 2013.

Untuk mewujudkan Indonesia Bebas Rabies 2020 diperlukan upaya dan komitmen yang serius serta peran serta semua sektor baik pemerintah, pihak swasta maupun masyarakat umum. CIVAS sebagai bagian dari sektor swasta, dalam rangka memperingati ulang tahun yang ke-10 telah turut berperan aktif melalui rangkaian kegiatan dengan tema “Penguatan peran masyarakat dan swasta sebagai mitra pemerintah menuju Indonesia bebas rabies”. Rangkaian kegiatan terdiri dari lomba penulisan esai dengan tema “Kontribusi Kemitraan Pemerintah Swasta dalam Upaya Pemberantasan Rabies di Indonesia” yang diikuti oleh mahasiswa fakultas kedokteran hewan seluruh Indonesia; Lomba membuat poster dan membuat video dengan tema “Peran Masyarakat dalam Pencegahan dan Pengendalian Rabies menuju Indonesia Bebas Rabies” yang diikuti oleh mahasiswa fakultas kedokteran hewan seluruh Indonesia dan masyarakat umum; serta pelaksanaan seminar nasional sebagai puncak acara.

Rangkaian kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara Center for Indonesia Veterinary Analytical Studies (CIVAS) dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat II. Selain itu, kegiatan ini juga disponsori oleh PT. Kreasi Veteriner Indonesia, PT. Zoetis Indonesia, dan Majalah Infovet, serta didukung oleh restaurant Solaria, PT. Romindo Primavetcom, dan PT. Tunas Daya Veterinaria (TDV).

Kegiatan lomba dilaksanakan pada tanggal 2 November 2015 hingga 31 Januari 2016 dan pemenang lomba diumumkan pada saat pelaksanaan seminar nasional yaitu pada tanggal 27 Februari 2016 bertempat di Gedung Kusnoto – LIPI Bogor, Jl. Ir. H. Juanda No. 18A, Bogor, Jawa Barat. Adapun dewan juri dalam lomba penulisan esai terdiri dari Drh. Tri Satya Putri Naipospos, M.Phil, Ph.D., Prof. Drh. Deni Noviana, PhD., dan Drh. Andri Jatikusumah, MSc, sedangkan juri lomba membuat poster dan video yaitu Dr. medvet Drh. Hadri Latif, MSi., Drh. M. D. Winda Widyastuti, Msi., Drh. Riana Aryani Arief, MS., dan Drh. Ridvana Dwibawa D.

Seminar nasional pada kesempatan kali ini menghadirkan 4 pembicara yang berasal dari bebeberapa instansi yaitu:

  1. Drh. I Ketut Diarmita, MP, Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, dengan topik Roadmap/Peta Jalan Pengendalian dan Pembebasan Rabies di Indonesia”
  2. Dr. Luuk Schoonman, Food and Agriculture Organization (FAO) – Indonesia, dengan topik “Peran FAO sebagai lembaga internasional dalam Mendukung Program Pengendalian dan Pemberantasan Rabies di Indonesia (Bali dan Flores)”
  3. Drh. Ni Made Restiati, M.Phil., Yayasan Yudistira, dengan topik “Peran Lembaga Masyarakat dalam Mendukung Program Pengendalian dan Pemberantasan Rabies”
  4. Drh. Tri Satya Putri Naipospos, M.Phil, Ph.D., Ketua Badan Pengurus Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS), dengan topik “Peran Studi CIVAS dengan Pendekatan Ecohealth dalam Pengendalian dan Pemberantasan Rabies di Bali”

Seminar nasional dipandu oleh moderator yaitu Drh. Anak Agung Gde Putra, SH, MSc, PhD pada sesi pertama dan Drh. Andri Jatikusumah, MSc pada sesi kedua. Seminar berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, diawali dengan sambutan dari Direktur Eksekutif CIVAS, Drh. Ridvana Dwibawa Darmawan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Badan Pengurus CIVAS yaitu Drh. Tri Satya Putri Naipospos, M.Phil, Ph.D, sekaligus membuka acara seminar secara resmi.

Peserta yang hadir dalam seminar ini berjumlah 112 orang, yang terdiri dari pemerintah pusat (Kementerian Pertanian RI beserta balai-balai terkait), dinas peternakan provinsi/kota/kabupaten dan fungsi yang membidanginya, asosiasi dan organisasi profesi, akademisi, peneliti, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), praktisi dan pemerhati kesehatan hewan serta mahasiswa fakultas kedokteran hewan seluruh Indonesia.

Hasil seminar ini adalah rumusan seminar yang disusun oleh tim perumus yang diketuai oleh Drh. Pebi Purwo Suseno, dengan anggota tim Drh. Albertus Teguh Muljono, M.Sc dan Drh. Imron Suandy, MVPH. Hasil rumusan ini diharapkan dapat menjadi masukan yang berguna baik bagi pemerintah, profesi veteriner maupun sektor swasta dalam menyusun kebijakan dan langkah-langkah yang diperlukan dalam upaya membebaskan Indonesia dari rabies.

Hasil rumusan  seminar nasional  ini adalah sebagai berikut:

Rumusan Seminar Nasional Rabies CIVAS