www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Tuesday, 10 December 2019
Virus Flu Burung

Kejadian Flu Burung di Magelang

Selasa, 22 September 2015

Avian influenza (AI) atau flu burung dilaporkan kembali menyerang unggas di Magelang.

Mati Mendadak, Unggas di Lereng Menoreh Positif Flu Burung

Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan (DP3) Kabupaten Magelang menyatakan, unggas-unggas yang ditemukan mati mendadak di Dusun Jebingsasi positif terjangkit virus flu burung.

Hasil tersebut diketahui setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap puluhan unggas jenis ayam, mentok, dan kalkun itu.

“Setelah ada laporan, warga kami langsung melakukan pemeriksaan lendir unggas menggunakan rapid test dan hasilnya positif terjangkit virus H5N1 atau flu burung,” ujar John Christian Manglapy, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, DP3 Kabupaten Magelang, Selasa (22/9/2015).

John memaparkan sejumlah tanda pada tubuh unggas yang juga menjadi petunjuk bahwa unggas-unggas di lereng perbukitan Menoreh itu positif flu burung, antara lain kepala membengkak, kulit memudar, ada benjolan di lutut, dan unggas mengalami kelumpuhan.

Atas penemuan tersebut, Pemda setempat bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Salaman akan mendirikan posko penanganan flu burung. “Kami imbau warga segera melaporkan apabila menemukan kasus serupa untuk mengantisipasi penularan virus lebih luas, tidak hanya pada unggas, tetapi juga bisa membahayakan manusia sekitarnya,” kata John.

Diberitakan sebelumnya, puluhan unggas di Perbukitan Menoreh, Desa Jebingsari, mati mendadak dalam beberapa waktu terakhir. Warga terpaksa membakar bangkai unggas-unggas tersebut untuk antisipasi penularan lebih luas. (Ika Fitriana/Ed: Glori K. Wadrianto)

75 Unggas Mati Terkena Flu Burung

Sejak Januari, sebanyak 75 ekor unggas di Kabupaten Magelang Jawa Tengah ditemukan mati akibat terinfeksi virus avian influenza (AI) atau flu burung. Kematian unggas tersebut terjadi di tiga lokasi di tiga kecamatan. Pada Mei lalu, kematian 20 ekor itik akibat flu burung terjadi di Desa Madugondo, Kecamatan Kajoran. Bulan Juli, 15 ekor ayam dan itik di Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, juga mati akibat flu burung.

September ini, kematian akibat flu burung juga kembali berulang terjadi pada 25 ekor entok, 5 ekor angsa, 8 ekor ayam, dan 2 ekor itik. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, DP3 Kabupaten Magelang John Christian Manglapy mengatakan, terjadinya kasus flu burung itu mengejutkan karena terjadi pada musim kemarau saat suhu pada siang hari cenderung panas dan tidak kondusif untuk perkembangbiakan virus.

Mengacu pada kasus yang terjadi pada tahun ini, bisa disimpulkan bahwa virus AI bisa berkembang pada cuaca apa saja. Masyarakat peternak harus senantiasa mewaspadainya.” Ujar John, Senin (21/9). (Egi)

Sumber: Kompas (diedit)

 

 

Tinggalkan Balasan

Kejadian Flu Burung di Magelang

by Tisna Sutisna time to read: 1 min
0