Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Friday, 28 April 2017
20150919_101205

Presentasi CIVAS di Seminar Nasional “Inovasi Veteriner dalam Riset dan Industri untuk Menjawab Tantangan Pasar”

Sabtu, 19 September 2015

Oleh: Riana A. Arief

Dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke-69, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) telah menyelenggarakan Seminar Nasional “Inovasi Veteriner dalam Riset dan Industri untuk Menjawab Tantangan Pasar” pada tanggal 19 September 2015 di Auditorium FKH UGM. Tujuan dari seminar ini adalah membangun jejaring riset dan peningkatan interaksi lembaga riset, universitas dan industri. Seminar dihadiri sekitar 200 orang dan diisi oleh lebih dari 50 presentasi oral dan 10 presentasi poster dari peserta.

Seminar dibuka dengan kata sambutan dari Dekan FKH UGM Dr. drh. Joko Prastowo, MSi, dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI yang diwakili oleh Direktur Kesehatan Hewan, drh. I Ketut Diarmita, MP, dan Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT. Biofarma, drh. Sugeng Raharjo, MM. Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi pembicara tamu dari The University of Queensland, yaitu Rowland Cobbold, BVSc, PhD, MASM, dan Andrew Tribe, MAgrSc, BVetSc, PhD, yang berbicara mengenai pendekatan One World One Health dalam penanggulangan penyakit menular dan integrasi materi kesejahteraan hewan dalam program pendidikan dokter hewan.

Setelah itu, peserta seminar dibagi ke dalam 6 ruangan untuk melakukan presentasi makalah secara paralel. Dalam kesempatan ini, drh. Ridvana Dwibawa Darmawan dari CIVAS menyampaikan presentasi oral dari makalahnya yang berjudul “Baseline Data Penggunaan Antibiotik di Peternakan Ayam Petelur dan Babi”. Studi baseline data ini merupakan tahap pertama dari kegiatan penelitian “Pendekatan Ecohealth untuk Pengembangan Strategi Penggunaan Antimikroba Secara Bijak dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba pada Kesehatan Manusia, Hewan dan Lingkungan di Indonesia” yang dilaksanakan oleh CIVAS di 3 kabupaten di Jawa Tengah yang hasilnya akan digunakan untuk pengembangan strategi intervensi pada tahap selanjutnya. Dari hasil studi baseline data disimpulkan bahwa secara umum penggunaan antibiotik baik di peternakan ayam petelur maupun babi masih dilakukan secara tidak bijak dan tanpa pengawasan yang memadai. Selain itu, hampir semua peternak tidak memiliki tenaga dokter hewan, namun memiliki akses yang mudah dalam mendapatkan antibiotik.

Berperan aktif dalam berbagai konferensi ilmiah baik tingkat nasional maupun internasional merupakan salah satu program CIVAS. CIVAS selalu berupaya untuk mengambil kesempatan dalam mempresentasikan hasil kajian/studi yang telah dilakukan dengan tujuan untuk berbagi pengetahuan sekaligus untuk menambah wawasan dan mengasah kemampuan staf. Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan peran CIVAS dalam meningkatkan kesehatan hewan di Indonesia.