www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Wednesday, 18 September 2019
Brucellosis_web

Brucellosis Rawan Mewabah

Rabu, 16 September 2015

Samarinda – Masuknya ratusan ternak jelang Idul Adha ke Samarinda patut diwaspadai. Salah satunya potensi mewabahnya penyakit brucellosis. Hal ini karena sebagian besar sapi dan kambing yang masuk ke Samarinda berasal dari wilayah endemis penyakit yang disebabkan bakteri Brucella ini, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Barat (Sulbar).

“Penyakit brucellosis merupakan penyakit yang mengakibatkan ternak tidak dapat berkembang biak karena rawan keguguran atau keluron,” kata PLT Pelayanan Operasional Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Samarinda drh. Ozy Fachrurrozie, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/9).

Penyakit ini tak hanya menular ke sesama ternak. Menurut Ozy, brucellosis juga dapat menular ke manusia. Itu sebabnya pihak Stasiun Karantina Pertanian melakukan pemeriksaan berlapis terhadap ternak yang dikirim dari daerah lain untuk mengantisipasi mewabahnya brucellosis di Kaltim.

“Setelah melalui tahap karantina dari daerah asal, sampai di sini kesehatannya (ternak) kembali kami cek. Tujuannya untuk memastikan apakah masih ada hewan yang terjangkit penyakit itu atau tidak,” ulas Ozy.

Pemeriksaan berlapis ini dilakukan karena penyakit keguguran pada hewan ternak ini bisa tidak terdeteksi saat pemeriksaan awal di karantina daerah asal. Karena menurut Ozy, ada kalanya penyakit itu baru bisa didiagnosis saat ternak dalam kondisi tertentu.

“Belum lama ini kami mendapati sapi terjangkit brucellosis. Berdasarkan data dari karantina daerah asal, seluruh ternak yang dikirim berkondisi sehat. Tapi ketika kami periksa ulang, ada yang terjangkit,” jelasnya.

Agar tidak menular, pihak Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Samarinda meminta pemilik hewan untuk memotongnya. Karena hanya beberapa bagian tertentu dari tubuh ternak yang dapat menularkan penyakit itu. “Seperti bagian pencernaan hingga testis. Nah kalau untuk dagingnya tidak masalah dikonsumsi,” terangnya.

Sejauh ini Kaltim masih bebas dari penyakit tersebut. Walau demikian usaha untuk mencegah masuknya penyakit ini terus dilakukan. Karena menurut Ozy, selain membahayakan bagi kesehatan, brucellosis juga mengakibatkan kerugian pada peternak.

“Sampai hari ini Kaltim khususnya Samarinda aman dari penyakit brucellosis. Makanya kami melakukan uji RBT terhadap setiap ternak yang masuk ke Samarinda,” tutupnya. (aya/nin)

Sumber: Samarinda Pos

Tinggalkan Balasan

Brucellosis Rawan Mewabah

by Tisna Sutisna time to read: 1 min
0