www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Saturday, 15 December 2018
Wisma Landhuis Kampus IPB Dramaga
Wisma Landhuis Kampus IPB Dramaga

Keikutsertaan CIVAS dalam Konferensi Ilmiah Satwa Liar dan Musyawarah Nasional (Munas) III

Kamis, 7 Mei 2015

Oleh: Erianto Nugroho

 

Pada tanggal 5 – 7 Mei 2015, bertempat di Wisma Landhuis, Kampus IPB, Dramaga, Bogor telah diselenggarakan Konferensi Ilmiah Satwa Liar dan Musyawarah Nasional (Munas) ke-III Asosiasi Satwa Liar, Aquatik, dan Hewan Eksotik Indonesia (ASLIQEWAN), yang merupakan Organisasi Non Teritori (ONT) di bawah Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI). Dalam kegiatan tersebut, Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) yang diwakili oleh Drh. Erianto Nugroho turut hadir sebagai peserta dan sekaligus mengikuti konferensi ilmiah Continuing Professional Development (CPD) untuk dunia satwa liar dan hewan akuatik. Acara tersebut telah dihadiri oleh lebih dari 70 peserta dimana hampir seluruhnya merupakan anggota ONT ASLIQEWAN. Acara dibuka dengan laporan kegiatan dari ketua panitia Drh. Andriansyah, MSi serta sambutan dari Drh. Srihadi Agung Priyono, PhD selaku Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH-IPB).

Acara diisi dengan presentasi oleh keynote speaker Dr. Drh. Heru Setijanto, PAVet (K) selaku Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) dengan topik berjudul “Kompetensi Dokter Hewan Satwa Liar (Medik Konservasi)”. Setelah itu dilanjutkan dengan paparan dari beberapa pembicara dan diskusi panel, pembicara pertama yaitu Drh. Indra Exploitasia yang menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Perlindungan Hutan, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup dengan topik berjudul Veterinary Forensic: Kebijakan, Peluang, dan Tantangan bagi Dokter Hewan Indonesia”. Pembicara kedua adalah Anais Tritto, MSc dari Yayasan Cikananga dengan topik berjudul Connecting between ex situ and in situ conservation, highlight on health aspect on passerines conservation”. Pembicara ketiga adalah Prof. Drh. Dondin Sajuthi, MST, PhD dengan topik berjudul Ethical Consideration in Wildlife Medicine”. Acara tersebut dimoderatori oleh Dr. Drh. Huda Salahudin Darusman yang merupakan Dosen di Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor. Dilanjutkan dengan Konferensi Ilmiah, sebanyak 14 pemakalah oral presentation dan 1 buah pemakalah poster turut berpartisipasi memeriahkan konferensi ini.

Pada hari kedua, acara dilanjutkan dengan paparan dari beberapa pembicara dan diskusi panel. Pembicara pertama yaitu Drh. Fransiska Sulistyo, MVS dengan topik berjudul Exotic Disease in Wildlife: Update Status Perkembangan Encephalomyocarditis (EMCV) dan Ancamannya terhadap Kelestarian Orangutan”. Pembicara kedua adalah Supaphen Sripiboon, DVM (Hons), MSc dengan topik berjudul Exotic Disease in Wildlife: Update Status Perkembangan Elephant Endothelial Herpes Virus (EEHV) dan Ancaman Kelestarian Gajah”. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Munas III ASLIQEWAN yang difasilitatori oleh Drh. R. D. Wiwiek Bagja dengan tema “Peran Organisasi Profesi Bidang Kedokteran dalam Negara”, yang dilanjutkan dengan pemilihan ketua, wakil dan sekretaris sidang. Setelah pemilihan perangkat sidang, dilanjutkan dengan pemaparan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketua ASLIQEWAN Periode 2011-2014 yaitu Drh. Zulfi Arsan. Laporan Pertanggungjawaban tersebut secara keseluruhan dapat diterima oleh semua anggota yang hadir. Setelah LPJ, dilakukan pemilihan suara untuk memilih Ketua ASLIQEWAN periode 2014-2018, dengan 2 orang calon yaitu Drh. Sugeng Dwi Hastono dan Drh. Andriansyah Suheri, MSi. Berdasarkan hasil penghitungan suara maka terpilihlah Drh. Andriansyah Suheri, MSi sebagai Ketua ASLIQEWAN periode 2014-2018.

Pada hari ketiga, acara dilanjutkan dengan CPD yang dibawakan oleh Dr. Drh. Muhamad Agil, MSc.Agr., Dipl. ACCM sebagai pembicara pertama dengan topik berjudul “Praktik Penggunaan Ultrasonography pada Satwa Liar. Kemudian dilanjutkan dengan pembicara kedua yaitu Drh. Julyani Putri Dewi dengan topik berjudul Veterinary Best Practices and Lesson Learn: Wound Management in Reptile” dan pembicara terakhir yaitu Drh. Slamet Raharjo MP dengan topik berjudul Exotic Animal Medicine Best Practices and Lesson Learn”.

CIVAS sangat mendukung kegiatan ini, selain untuk berbagi informasi terbaru terkait perkembangan ilmu pengetahuan di bidang satwa liar, juga dapat menjalin dan mempererat persatuan sesama anggota ASLIQEWAN dan juga pemerhati satwa liar yang turut hadir dalam acara tersebut. Dengan terpilihnya Ketua ASLIQEWAN yang baru, diharapkan dapat menjembatani pemikiran anggotanya dalam mempertahankan dan meningkatkan kesehatan satwa liar serta perbaikan masa depan asosiasi.***

Tinggalkan Balasan