Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Wednesday, 15 August 2018
anjing

Anjing Diliarkan Persulit Vaksinasi

Kamis, 23 April 2015

Bangli, Bali – Program vaksinasi massal rabies tahap VI yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Peternakan dan Perikanan nampaknya belum berjalan secara maksimal. Pasalnya, banyaknya anjing yang diliarkan, membuat kinerja petugas vaksinasi menjadi terhambat. Tak pelak, puluhan ekor anjing luput dari vaksinasi. Berdasarkan pamantauan di lapangan, Kamis (23/4/2015), sekitar empat petugas penangkap anjing terpaksa harus bekerja ekstra lantaran anjing milik warga lebih banyak dilepas. Petugas itu berjibaku dalam menghalau anjing agar bisa masuk ke dalam jaring. Beberapa anjing terlihat langsung kabur ketika petugas datang. Penangkapan dirasakan semakin sulit pada saat anjing masuk ke dalam perkebunan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan, Bangli Ni Nyoman Sri Rahayu mengungkapkan, keadaan itu membuat pihaknya kelimpungan. Dari sekian anjing yang divaksinasi, hanya beberapa anjing yang keadaannya diikat oleh pemilik. Sedangkan sisanya tetap berkeliaran di lingkungan tempat tinggalnya. “Anjing masih diliarkan, petugas jadi sulit saat menangkapnya,” ujarnya saat mendampingi kegiatan vaksinasi di Banjar Dinas Temaga, Desa Tiga Kecamatan Susut. (Putu Sosiawan)

 

Sumber: Balipost.com