www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Thursday, 18 July 2019
rabies jambi

Kota Baru di Jambi Waspada Rabies

Sabtu, 28 Februari 2015

JAMBI – Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi menjadi wilayah terbanyak terjadinya kasus rabies yang disebabkan oleh Hewan Penyebab Rabies (HPR), terutama anjing. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kota Jambi, Said Abu Bakar, kemarin (27/2), saat ditemui di ruangannya.

Pada 2015, setidaknya sudah ada 14 kasus terkait dengan Hewan Penyebab Rabies (HPR). Kasus terbesar terjadi di Kecamatan Kota Baru. “Dari jumlah tersebut dua positif terjangkit rabies, empat bebas dari rabies sedangkan delapan lainnya masih dalam observasi,” terang Said Abu Bakar.

Dikatakannya, pihaknya masih terus memantau daerah Kecamatan Kota Baru hingga saat ini. Sebab, dari tahun 2014 hingga saat ini, kasus HPR di wilayah tersebut cukup tinggi, jika dibandingkan dengan kecamatan lain di dalam Kota Jambi. “Sedangkan dua kecamatan yang saat ini masih bebas dari kasus HPR adalah Kecamatan Pelayangan dan Danau Teluk,” ujarnya.

Dirinya menyebutkan, secara keseluruhan selama kurun waktu 2014 lalu telah terjadi sebanyak 78 kasus yang berkaitan dengan HPR. Di mana, hasil laboratorium menunjukkan 19 ekor anjing positif terinfeksi rabies.

Pada 2014 lalu, instansi ini telah melakukan upaya eliminasi sebanyak 65 HPR. Sedangkan pada tahun ini, vaksinasi baru dilakukan di Kecamatan Kota Baru, Kelurahan Bagan Pete. Sejauh ini, berbagai upaya telah dilakukan oleh Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kota Jambi untuk mengurangi kasus HPR di Kota Jambi, seperti penyuluhan dan vaksinasi hingga eliminasi.

Dijelaskannya untuk vaksinasi anjing, sebaiknya dilakukan minimal satu kali dalam setahun. Dengan vaksinasi, anjing ataupun HPR lainnya, bisa terhindar dari rabies. Di sisi lain, dirinya mengatakan, untuk Kota Jambi saat ini masyarakatnya sudah peduli akan vaksinasi anjing. Mengingat banyak dari masyarakat yang melaporkan kasus-kasus HPR yang terjadi. Sebab, penularan rabies tidak hanya terjadi melalui gigitan dan air liur anjing saja. Tapi juga dapat menular melalui cakaran hewan tersebut. “Jangankan digigit, dicakar saja masyarakat melapor ke sini,” terangnya.

Untuk penyuluhan dan pengaduan, sejauh ini pihaknya juga selalu bekerja sama dengan ketua RT di Kota Jambi. Dengan adanya pengaduan dari ketua RT, maka dinas peternakan segera melakukan vaksinasi dan eliminasi. Setiap anjing yang terkena kasus HPR, nantinya akan diobservasi oleh dinas peternakan selama 14 hari. Jika anjing tersebut terinfeksi rabies, maka orang yang digigit anjing harus mendapatkan vaksinasi untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Dirinya mengimbau kepada pemilik anjing, untuk tidak membiarkan anjing berkeliaran. Karena pada dasarnya hewan tersebut harus selalu berada di bawah pengawasan tuannya. “Semua anjing yang berkeliaran kita eliminasi, mau tidak mau itu konsekuensinya. Karena memang kita sudah memberikan penyuluhan,” paparnya. (iam)

 

Sumber: Jambi Independen

Tinggalkan Balasan

Kota Baru di Jambi Waspada Rabies

by Tisna Sutisna time to read: 2 min
0