www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Thursday, 20 June 2019
rottweiler

Kasus Rabies Semakin Bertambah di Kalbar, Status KLB Belum Dikeluarkan

Kamis, 29 Januari 2015

PONTIANAK - Kasus rabies yang terjadi di Kabupaten Ketapang dan Melawi menjadi perhatian Pemprov Kalbar. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kalbar, Abdul Manaf Mustafa, mendesak kedua kabupaten itu mengeluarkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk rabies.

Sebab, kasus rabies akibat gigitan anjing gila terus bertambah. “Kalau sudah dikeluarkan keputusan tentang KLB, kita bisa lebih fokus lagi dalam penanganannya,” tegas Manaf (26/1/2015).

Ia memaparkan, jumlah kasus gigitan anjing gila di Melawi sebanyak 54 orang, meninggal dunia 9 orang, dan sudah divaksin 36 orang. Sedangkan di Ketapang ada 100 orang, meninggal 9 orang, dan sudah divaksin 55 orang. “Jadi jumlah kasus gigitan sebanyak 154 kasus, meninggal sebanyak 18 orang, dan dikasih vaksin hanya 91 orang,” jelas Manaf.

Manaf menjelaskan, pemerintah pusat mendatangi langsung Ketapang dan Melawi untuk menangani rabies. “Kita harap kedua pemkab itu, segera merespon dengan cepat masalah rabies ini. Kalau memang tidak cepat, maka akan diambil alih langsung oleh pemerintah provinsi. Sebab kita sudah siap menangani kasus ini,” ucapnya.

Menurun Manaf, Kodam XII Tanjungpura juga siap untuk memfasilitasi dalam pengendalian rabies di Kalbar dan Kalteng. Di mana antara Kalbar dan Kalteng merupakan satu wilayah kerja Kodam XII. “Mereka siap membantu kita dalam menangani kasus rabies ini,” tuturnya.

Selain itu, pemerintah pusat pun siap memberikan bantuan berbentuk sarana-prasarana yang diperlukan dan Kementerian Pertanian siap menangkap anjing gila tersebut. “Kita harap kasus rabies di Kalbar bisa ditangani secepat mungkin,” ujar Manaf. (Sahirul Hakim/Ali Anshori | Ed: Mirna

 

Sumber: Tribun Pontianak

Tinggalkan Balasan

Kasus Rabies Semakin Bertambah di Kalbar, Status KLB Belum Dikeluarkan

by Tisna Sutisna time to read: 1 min
0