www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Monday, 25 March 2019
NYAMUK

Tiga Pasien Positif JE Dipulangkan

Rabu, 28 Januari 2015

NEGARA, BALI – Penyakit misterius yang menjangkiti lima bocah di Negara sudah terkuak. Tiga dari lima bocah tersebut positif Japanese Encephalitis (JE) hasil pengecekan di Balai Laboratorium Provinsi Bali. Kondisi ketiga bocah terjangkit JE itu sudah membaik dan sudah dipulangkan pihak RSUD Negara secara bergantian sejak beberapa hari terakhir.

Direktur RSUD Negara, dr. Made Dwipayana mengatakan, tiga dari lima pasien yang sudah dipastikan positif JE. Ketiganya adalah I Ketut Andika Pratama (2 tahun) dari Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Ida Ayu Putu Candra Widiawati (1 tahun) dari Banjar Rukun, Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, dan Dika Pebri Setiawan (4 tahun) dari Banjar Bale Agung, Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo. Ketiganya masuk lebih awal, tepatnya pada hari Minggu (11/1) dan Senin (12/1). “Tiga positif JE. Ini sesuai dengan suspect dan penanganan yang kita lakukan. Ketiganya sudah pulang,” terang Dwipayana, Selasa (27/1).

Diterangkan, ketiganya dipulangkan bergantian ada yang hari Sabtu (24/1), Senin (26/1) dan kemarin, Selasa (27/1). Sedangkan mengenai penyakit dua pasien lainnya belum bisa dipastikan. Baru Rahma Datul Aulia (7 tahun) dari Banjar Puana, Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, yang dirujuk ke RSUP Sanglah dipastikan negatif JE. Sedangkan satu lagi, yakni Ni Putu Pebri Darmayanti (9 tahun) dari Banjar Wali, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo masih menjalani perawatan intensif. “Yang di Sanglah itu dipastikan negatif JE. Mungkin memang encephalitis juga, tapi jenisnya bukan JE. Sedangkan satu lagi yang masih kita rawat, belum diketahui dan diterima hasilnya. Tapi sesuai tanda klinisnya, tetap ditangani sesuai penanganan encephalitis dan kondisinya juga sudah membaik,” ujarnya.

Pasien JE yang diizinkan pulang diminta terus melatih pergerakan otot-ototnya. Pelatihan itu dimaksudkan karena otot kaku setelah sempat kejang-kejang ataupun kondisi tak sadarkan diri dalam beberapa hari. “Dilatih agar bisa lemas kembali. Sebelum pulang juga sudah kita berikan pengetahuan cara melatih otot,” ujarnya. Dwipayana mentatakan, belum ada tambahan pasien yang mengarah terserang penyakit serupa. “Sementara belum ada lagi. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang kena. Ini pelajaran agar kita semua selalu menjaga kondisi anak dan lingkungan, yang menjadi penyebab penyakit ini. Terutama melakukan pembasmian sarang nyamuk, sehingga sesuai harapan, kasus serupa tidak kembali terjadi,” terangnya.

Pantauan di Sal Cempaka RSUD Jembrana, kondisi Pebri Damayanti yang sudah siuman dan sudah bisa makan tanpa harus menggunakan selang. Namun untuk pergerakan tubuhnya masih kaku dan belum begitu lancar berbicara. “Sudah membaiknya sejak tiga hari lalu, selang oksigen juga sudah dicabut. Katanya sekitar tanggal 31 sudah bisa diajak pulang,” kata ayah Pebri, I Ketut Darna (42 tahun).

Sumber: Nusa Bali

Tinggalkan Balasan

Tiga Pasien Positif JE Dipulangkan

by Tisna Sutisna time to read: 2 min
0