www.civas.net
Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies
Monday, 9 December 2019
Anjing lokal

Kabupaten Lebak Endemis Rabies

Sabtu, 30 Agustus 2014

Lebak - Virus rabies yang ditularkan binatang hingga kini menjadi ancaman masyarakat Lebak setelah seorang warga korban gigitan anjing dilaporkan positif rabies.

“Kami terus berupaya untuk mengeleminasi anjing liar dan pemberian vaksinasi kepada binatang peliharaan masyarakat agar tidak menularkan rabies,” kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lebak, Iman Santoso di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Sabtu (30/0).

Hingga kini, menurut Iman, Kabupaten Lebak belum terbebas dari virus rabies yang ditularkan melalui gigitan binatang anjing, kucing dan kera.

Rabies menjadi ancaman warga Lebak karena populasi anjing liar mencapai 12.000 ekor.

Pada 2014, kata dia, warga Kabupaten Lebak yang dilaporkan positif terjangkit rabies tercatat lima orang. Bahkan, tahun 2007 kasus gigitan anjing liar menewaskan seorang warga Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, setelah positif terjangkit virus rabies.

Karena itu, kata dia, hingga kini Kabupaten Lebak ditetapkan sebagai endemis rabies. Kasus terakhir warga Rangkasbitung menjadi korban gigitan anjing liar.

“Kami minta masyarakat mewaspadai penyebaran penularan rabies melalui gigitan binatang itu,” katanya.

Menurut dia, untuk mencegah penularan rabies pihaknya telah memusnahkan sebanyak 180 anjing liar dengan cara diracun. Sebab Kabupaten Lebak hampir semua daerahnya sebagai endemis rabies karena terdapat populasi anjing liar.

Namun, sebagian besar terbanyak di Kecamatan Bayah, Cilograng, Panggarangan, Cibeber, Cihara, Wanasalam dan Cijaku. Anjing liar itu masih digunakan untuk memburu babi hutan.

Kami terus melakukan vaksinasi rabies baik binatang anjing, kera dan kucing yang dipelihara masyarakat,” ujarnya.[]

Sumber: Rimanews

Tinggalkan Balasan

Kabupaten Lebak Endemis Rabies

by Vana time to read: 1 min
0